Berita Utama Bekasi Satu

Asrama Haji Bekasi Diprotes Warga Gegara Pekerja Musiman

17 April 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Menyusutnya jumlah kelompok terbang (kloter) jemaah haji di Embarkasi Jakarta-Bekasi pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini ternyata memicu polemik sosial di tingkat lokal.

Warga sekitar Asrama Haji Bekasi melayangkan protes keras lantaran mereka tidak lagi dilibatkan sebagai pekerja musiman.

Gejolak ini disayangkan oleh warga dan pengurus lingkungan yang merasa kehilangan sumber pendapatan musiman yang biasanya rutin mereka dapatkan.Ketua RW 02 Kelurahan Margajaya, Wawan Ridwan, menegaskan kekecewaan warganya atas putusnya tradisi pemberdayaan masyarakat sekitar pada musim haji kali ini. Ia menyebut warga tengah menanti keputusan resmi dari pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT).

“Selama ini, setiap tahun kita selalu kerjasama dengan asrama haji, tahun ini tidak ada tenaga kerja musiman dari lingkungan,” keluh Wawan. Meski demikian, ia memastikan warga telah berdialog langsung dengan pihak pengelola. “Tadi Alhamdulillah kita sudah bertemu dengan pimpinan UPT Asrama Haji, kita sudah sampaikan aspirasi warga.”

Polemik tenaga musiman ini tak lepas dari kebijakan pengalihan titik keberangkatan. Tahun ini, Asrama Haji Bekasi kehilangan lebih dari separuh beban pelayanannya. Jika tahun sebelumnya asrama ini melayani 61 kloter, kini angkanya merosot tajam menjadi hanya 28 kloter. Hal ini terjadi karena jemaah dari 19 kabupaten dan kota di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bekasi, telah dialihkan ke Embarkasi Kertajati.

Praktis, Embarkasi Jakarta-Bekasi kini hanya melayani jemaah dari delapan wilayah, yakni Kota Bekasi, Kota Depok, Kota dan Kabupaten Bogor, Kota dan Kabupaten Sukabumi, Cianjur, serta Karawang.

Di sisi lain, operasional asrama harus terus berjalan mengingat kloter pertama asal Kota Bekasi dijadwalkan mulai masuk ke asrama pada Selasa (21/04/26) pagi. Pihak asrama telah menyiapkan Gedung Mina D dan E sebagai lokasi penginapan utama bagi para tamu Allah tersebut.

Kepala Bidang Akomodasi PPIH Embarkasi Jakarta-Bekasi, Kania Budhi Utami, memastikan bahwa persiapan infrastruktur dan pelayanan tetap dikebut secara profesional. Ia berjanji bahwa penurunan volume jemaah ini akan dikonversi menjadi peningkatan kualitas layanan.

“Kesiapan sampai saat ini Alhamdulillah sudah 90 persen. Ada beberapa pekerjaan yang masih kita kerjakan sehingga belum semua rampung. Tapi yang jelas, pelayanan tahun ini bisa lebih maksimal,” tegas Kania.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: