BEKASISATU, KOTA BEKASI – Duka mendalam menyelimuti tragedi ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya. Sebanyak tiga nyawa dari satu keluarga melayang akibat insiden tersebut setelah sang ayah, Kosasih (65), dinyatakan meninggal dunia menyusul kedua anaknya.
Kosasih menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit usai sempat mendapatkan perawatan medis yang intensif. Ia menderita luka bakar sangat parah hingga mencapai 63 persen akibat amukan api yang turut menghanguskan kediamannya.
Kepergiannya pada Kamis (16/04/26) menambah daftar panjang korban jiwa dari tragedi mematikan ini. Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, mengonfirmasi kabar duka terkait penambahan jumlah korban tewas dari pihak keluarga tersebut.
“Benar korban meninggal bertambah atas nama Kosasih,” ujar Maka saat dikonfirmasi.
Tragedi ini seakan menghancurkan keluarga Kosasih. Sebelum ia berpulang, dua buah hatinya telah lebih dulu menjadi korban keganasan ledakan SPBE. Sang putri, Aulia Putri Budiastuti, meninggal dunia pada Kamis (02/04/26) di RSUD Kabupaten Bekasi.
Duka keluarga semakin bertambah ketika adik Aulia, Sapta Prihantono, yang tercatat sebagai siswa kelas X Teknik Mesin SMKN 15 Kota Bekasi, turut mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa (7/4) lalu. Sapta menjadi korban bersama ayah dan kakaknya saat kediaman mereka terdampak langsung oleh ledakan.
Dengan berpulangnya Kosasih, total keseluruhan korban tewas akibat malapetaka SPBE Cimuning kini melonjak menjadi lima orang. Selain tiga anggota keluarga ini, dua nyawa lainnya merupakan petugas keamanan fasilitas SPBE tersebut. Keduanya adalah Suyadi (62) yang meninggal pada Minggu (5/4), serta Jaimun (61) yang tutup usia berselang satu hari pada Senin (6/4).
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli