Infobekasi.co.id – Kota Bekasi mengalami pertumbuhan pesat dan menjelma sebagai kota modern di Provinsi Jawa Barat. Pembangunan dan infrastruktur mengalami kemajuan pesat, mulai dari peningkatan akses jalan, banyaknya pusat perbelanjaan, transportasi terintegrasi, dan berbagai fasilitas lainnya.
Namun, di balik hal itu, Pemerintah Kota Bekasi masih memiliki pekerjaan rumah (PR) pemerataan infrastruktur di seluruh wilayah 12 kecamatan yang ada. Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied, menyampaikan, ketimpangan ekonomi dinilai masih menjadi pekerjaan rumah (PR), meski kota ini berbatasan langsung dengan Provinsi DKI Jakarta.
“Bekasi ini unik. Ada kawasan seperti Summarecon dan Harapan Indah dengan harga rumah miliaran rupiah, tapi di sekitarnya masih ada wilayah yang kondisi ekonominya memprihatinkan,” ujar Abdul Muin dalam keterangannya, dikutip Minggu (22/3/2026).
Dalam pengamatan dan data yang Ia peroleh, sejumlah wilayah di Kota Bekasi perlu mendapat perhatian khusus, seperti Harapan Mulya, Kalibaru, hingga Medansatria. Di wilayah tersebut banyak ditemukan rumah dalam kondisi kurang layak. Ia menyampaikan, ini menjadi tugas Pemerintah Kota Bekasi untuk hadir dan menjalankan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
“Program Rutilahu harus diperhatikan serius. Jangan sampai pembangunan hanya terlihat megah di satu sisi, sementara di sisi lain masih banyak warga tinggal dalam kondisi kurang layak,” tuturnya.
Ia berharap, Bekasi Keren, tidak hanya menjadi slogan semata, tetapi benar-benar menjadikan pemerintahnya yang memperhatikan rakyatnya.
“Persoalan ekonomi jangan sampai terabaikan. Kalau tidak ditangani serius, bisa menimbulkan banyak persoalan baru,” tandasnya.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli