infobekasi.co.id – Fenomena unik menghiasi arus balik lebaran 2026 di jalur Pantura Kabupaten Bekasi. Banyak pengendara motor terlihat membawa oleh-oleh berupa kerupuk warna warni atau yang biasa disebut kerupuk melarat, yang digantung di bagian belakang atau samping kendaraan, menjadikannya ciri khas pemudik yang mudah dikenali dan menjadi pemandangan langka.
Kerupuk berwarna-warni tersebut tampak mencolok di tengah padatnya arus kendaraan para pemudik usai berlebaran di kampung halaman mereka, terutama pemudik yang mengendarai sepeda motor. Namun, tahu kah kalian, asal mula kerupuk melarat itu dari mana?. Berikut ulasannya dihimpun infobekasi dari berbagai sumber.
Kerupuk melarat sebenarnya merupakan kuliner khas Cirebon dan sekitarnya yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Jawa Barat pada Oktober 2023. Menurut catatan sejarah, kerupuk ini tercipta sekitar tahun 1830-an saat masa penerapan sistem tanam paksa (cultuurstelsel) oleh penjajah Belanda.
Pada masa itu, masyarakat Cirebon dipaksa menanam tanaman bernilai ekonomi tinggi seperti gula dan kopi, sehingga tidak bisa menanam padi dan hanya bergantung pada singkong sebagai makanan pokok. Dari situ lahirlah kerupuk berbahan dasar tepung tapioka, dibuat tanpa menggunakan minyak goreng.
Awalnya, kerupuk ini bernama kerupuk mares (singkatan dari “lemah ngeres” yang berarti tanah berpasir). Namun, seiring berjalannya waktu, masyarakat menyebutnya kerupuk melarat karena proses pengolahannya unik menggunakan pasir panas sebagai pengganti minyak. Budayawan Cirebon Raden Chaidir Susilaningrat menjelaskan, penamaan ini merupakan bentuk plesetan, bukan karena diperuntukkan bagi orang miskin.
Proses pembuatannya pun khas, adonan tepung tapioka dicetak menjadi bentuk seperti tali rafia yang urak-urakan, diberi warna makanan (merah muda, kuning, putih, atau hijau), kemudian dijemur. Setelah kering, kerupuk dipanggang menggunakan pasir telah dibersihkan dan dipanaskan hingga matang, menghasilkan rasa gurih dan tekstur renyah. Saat ini, sentra produksi kerupuk melarat berada di Kecamatan Weru dan Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon.
Seiring dengan popularitasnya, kerupuk melarat tidak hanya menjadi oleh-oleh khas Cirebon tetapi juga menjadi favorit pemudik yang melintas di jalur Pantura, termasuk wilayah Bekasi. Pada masa arus balik tahun ini, penjualan kerupuk melarat di sepanjang Pantura Cirebon, ramai diserbu pembeli buat oleh-oleh mudik.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli