Infobekasi.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah selama dan setelah Lebaran 2026. Langkah ini bertujuan memastikan pelayanan pengelolaan sampah tetap optimal meskipun terjadi peningkatan signifikan.
Humas DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, menyampaikan, pihaknya telah menyusun skema khusus melalui bidang pengendalian dan pengelolaan persampahan, termasuk melibatkan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng.
“Kami sudah siap untuk menghadapi lonjakan volume sampah melalui berbagai langkah yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya,” ujarnya di Bekasi, dikutip, Sabtu (28/3).
Salah satu langkah utama dilakukan adalah membuka dua zona pembuangan sampah di wilayah utara dan selatan TPA Burangkeng. Tujuan dari langkah ini adalah untuk mengurai antrean kendaraan pengangkut sampah yang meningkat selama periode mudik dan Lebaran.
“Kita sudah menyiapkan lokasi buangan di dua titik agar bisa mengantisipasi arus antrean kendaraan yang masuk ke TPA,” jelas Dedi.
Selain itu, DLH juga bekerja sama dengan pihak swasta dalam proses pengangkutan dan telah melakukan sosialisasi gerakan mudik tanpa sampah kepada masyarakat. Hal ini penting mengingat Kabupaten Bekasi menjadi jalur lintasan bagi lebih dari satu juta pemudik.
Kesiapan armada pengangkut sampah juga telah dipastikan secara menyeluruh, mulai dari perawatan kendaraan hingga ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM), tanpa perlu menambah armada baru.
Untuk penanganan pasca Lebaran, DLH berencana menggandeng pihak swasta untuk melakukan penambangan (mining) sampah non-organik di area TPA Burangkeng. Langkah ini bertujuan mengurangi volume sampah yang telah menumpuk.
“Ke depan, kami akan bekerja sama dengan pihak swasta untuk melakukan mining sampah non-organik guna mengurangi volume sampah yang sudah ada,” ucapnya.
Dedi juga mengimbau masyarakat, agar memilah sampah dari rumah antara organik dan non-organik sebagai langkah efektif mengurangi beban TPA. Berdasarkan data, jumlah kendaraan pengangkut sampah yang masuk ke TPA Burangkeng terus meningkat, dari 100 kendaraan pada 25 Maret menjadi 150 kendaraan pada 26 Maret, dan diperkirakan akan mencapai sekitar 370 kendaraan pada puncaknya.
“Alhamdulillah, meskipun terjadi peningkatan hingga ratusan kendaraan, kondisi masih dalam tahap wajar karena antrean bisa diantisipasi dengan membuka dua zona sekaligus,” pungkasnya.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli