Bekasi — Lambatnya proses perbaikan Jembatan Bendungan Tiu kembali menuai sorotan. Infrastruktur penghubung yang berada di wilayah perbatasan Kota Bekasi dan Jakarta Timur itu dinilai dibiarkan dalam kondisi rawan tanpa kepastian penyelesaian permanen.
Gerakan Muda Kota Bekasi menyampaikan kritik terbuka terhadap lambannya respons pemerintah terkait kerusakan badan jembatan yang dalam dua pekan terakhir kembali mengalami ambles dan jebol.
Padahal, jembatan tersebut merupakan akses vital sekaligus jalur alternatif yang setiap hari digunakan ribuan warga untuk bekerja, berdagang, hingga mengangkut logistik usaha kecil.
Retak, Ditambal, Ambles Lagi
Kerusakan pada badan jembatan sebenarnya sempat ditambal menggunakan aspal. Namun perbaikan tersebut hanya bertahan sementara. Dalam hitungan hari, permukaan kembali retak dan ambles.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga yang melintas setiap hari, terutama pengendara roda dua dan angkutan barang.
Secara administratif, titik tersebut berada di wilayah Kota Bekasi, namun posisinya sebagai perbatasan dengan Jakarta Timur memunculkan pertanyaan soal kewenangan teknis dan tanggung jawab perbaikan.
Bagi warga, polemik kewenangan tidak lagi relevan. Yang mereka hadapi adalah risiko keselamatan setiap kali melintasi jembatan.
“Urat Nadi Ekonomi Warga Kecil”
Ketua Umum Gerakan Muda Kota Bekasi, Nicolous Yuliano Ridwan, menegaskan pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap persoalan tersebut.
“Jembatan Bendungan Tiu bukan sekadar infrastruktur biasa. Ini adalah urat nadi ekonomi masyarakat kecil. Ribuan warga menggantungkan aktivitas hariannya di jalur ini,” tegas Nicolous.
Ia juga menyindir prioritas pembangunan yang dinilai lebih menonjolkan aspek estetika dibanding kebutuhan dasar masyarakat.
“Jangan sampai pemerintah hanya sibuk membangun jembatan lengkung untuk kepentingan estetika dan wisata, sementara jembatan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat justru terabaikan,” ujarnya.
Risiko Keselamatan Mengintai
Gerakan Muda Kota Bekasi mengingatkan, lambatnya koordinasi antara Pemerintah Kota Bekasi dan pihak Jakarta Timur berpotensi memicu insiden yang lebih serius.
“Bayangkan jika sampai terjadi korban jiwa akibat lambatnya koordinasi. Siapa yang akan bertanggung jawab?” lanjut Nicolous.
Mereka mendesak Pemerintah Kota Bekasi untuk segera duduk bersama pihak Jakarta Timur dan instansi terkait guna memastikan perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam.
Infrastruktur Dasar Tak Boleh Dikesampingkan
Bagi Gerakan Muda Kota Bekasi, persoalan ini bukan sekadar retakan jalan, melainkan simbol lemahnya respons terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Infrastruktur yang menyangkut hajat hidup orang banyak, menurut mereka, harus menjadi prioritas utama dibanding proyek-proyek yang bersifat kosmetik.
Sebagai bentuk pengawalan, organisasi tersebut membuka ruang dialog bersama warga sekitar untuk memastikan proses perbaikan berjalan hingga tuntas dan tidak lagi terjadi pembiaran.
Kini publik menunggu: apakah koordinasi lintas wilayah akan segera dilakukan, atau jembatan penghubung itu terus dibiarkan dalam kondisi rawan?
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Kabupaten Bekasi — Pemerintah Kabupaten Bekasi resmi memperpanjang Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kejaksaan Negeri…
Kota Bekasi — Tragedi berdarah mengguncang kawasan Prima Lingkar Asri, Blok B4/14, Kelurahan Jatibening, Kecamatan…
Bekasi — Fenomena langka Gerhana Bulan Total akan menyapa langit Indonesia pada Selasa malam (3/3/2026)….
Kabupaten Bekasi — Kondisi Jalan Gatot Subroto Cikarang Utara memprihatinkan. Jalan yang berada di Kecamatan…
Kota Bekasi — Kematian tragis Ermanto Usman di rumahnya di Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede,…
Kota Bekasi — Wali Kota Bekasi Tri Adhianto secara resmi membuka kegiatan Pasar Murah Bersubsidi…
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari GoBekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli