BEKASISATU, KOTA BEKASI – Bencana ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, meninggalkan duka mendalam bagi warga sekitar. Banyak warga yang tak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga sumber mata pencaharian.
Merespons kondisi darurat tersebut, bantuan kemanusiaan mulai disalurkan untuk meringankan beban para korban.Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi, turun langsung menyalurkan bantuan kepada sedikitnya 50 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak parah di wilayah RT 01 dan 02, RW 03, Cimuning.
Langkah cepat ini diambil mengingat kondisi para korban yang membutuhkan penanganan segera di tengah kebingungan pasca-insiden.
“Warga bukan hanya kehilangan rumah, tapi juga usaha. Ada yang dagangannya habis, ada yang kontrakannya rusak. Mereka sekarang bingung harus mulai dari mana lagi,” ujar Sarwin saat meninjau lokasi, Jumat (03/04/26).
Menurut Ketua Fraksi Partai Golkar Solidaritas tersebut, urusan kemanusiaan dan pemulihan trauma warga harus menjadi prioritas utama. Pemerintah Kota Bekasi didorong untuk mengambil langkah konkret dalam fase pemulihan, tanpa harus terhambat oleh proses hukum yang sedang berjalan.
“Penyelidikan memang masih berjalan di kepolisian, tapi soal kemanusiaan tidak bisa menunggu. Warga butuh kepastian agar bisa kembali hidup normal,” tegasnya.
Di sisi lain, pemenuhan hak-hak korban saat ini terasa timpang. Sarwin menyayangkan sikap pengelola SPBE yang hingga kini belum menunjukkan itikad baik. Bantuan dan komunikasi kepada warga murni baru datang dari unsur pemerintah daerah serta legislatif.
Padahal, insiden ini diduga kuat memiliki unsur kelalaian sistem keamanan, mengingat warga sempat mendeteksi aroma kebocoran gas dan melakukan evakuasi mandiri sebelum ledakan terjadi.
“Ini yang jadi perhatian. Warga menyampaikan belum ada itikad dari pihak pengelola. Ini tentu harus segera dijawab. Kami akan kawal agar warga mendapatkan kembali haknya, rumahnya bisa diperbaiki, dan mereka bisa kembali beraktivitas seperti semula,” katanya.
Mengakhiri kunjungannya, Sarwin berpesan agar penyaluran bantuan dan proses pemulihan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang ingin memperkeruh suasana.
“Musibah ini jangan dimanfaatkan. Kita fokus pada pemulihan dan keadilan bagi warga,” pungkasnya.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli