Berita Utama GoBekasi

Krisis BBM, Puluhan Alat Berat di TPA Burangkeng Berhenti Operasi

25 April 2026 Administrator Desa

Krisis pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) industri menjadi penyebab utama puluhan alat berat mogok beroperasi, yang memicu antrean panjang truk sampah.

Bekasi– Aktivitas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, dilaporkan lumpuh total sejak Jumat (24/4/2026).

Krisis pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) industri menjadi penyebab utama puluhan alat berat mogok beroperasi, yang memicu antrean panjang truk sampah.

Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan truk pengangkut sampah tertahan dengan muatan penuh di sepanjang akses jalan masuk hingga area parkir. Armada-armada ini tidak bisa menjangkau titik pembuangan karena gunungan sampah tidak ada yang menata.

“Situasi seperti ini baru kali ini terjadi. Alasannya karena operator kesulitan mendapatkan pasokan BBM industri,” ujar Kepala UPTD TPA Burangkeng, Samsuro.

Samsuro menjelaskan bahwa kelangkaan ini disinyalir merupakan dampak dari ketegangan geopolitik global. Lonjakan harga energi fosil akibat konflik Iran-Israel membuat distributor sulit menyalurkan BBM jenis solar industri.

Dalam kondisi normal, TPA Burangkeng mengoperasikan 22 unit alat berat dengan konsumsi solar mencapai 3.000 liter per hari. Namun, pasokan yang biasanya lancar kini tersendat berhari-hari.

“Biasanya pesan langsung dikirim. Sekarang sulit, katanya barangnya tidak ada. Ini dampak dari perang itu,” imbuhnya.

Krisis ini diperparah dengan lonjakan harga BBM industri yang tidak wajar. Pihak ketiga selaku penyedia alat berat melaporkan kenaikan harga yang sangat drastis, dari kisaran Rp15.000-Rp16.000 menjadi Rp35.000 per liter.

Kondisi ini membuat pihak pengelola alat berat mengajukan perubahan atau penyesuaian kontrak kerja kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi berkaitan dengan sewa 22 unit dengan kebutuhan 150 liter unit per hari.

Permohonan penyesuaian harga sewa berikut BBM nya sendiri sedang diajukan sejak minggu lalu.

Meski dampak langsung ke lingkungan warga belum terlihat signifikan hari ini, ancaman serius mengintai dalam beberapa hari ke depan. Terhentinya operasional di TPA membuat truk-truk sampah terjebak di dalam area pembuangan dan tidak bisa kembali ke wilayah tugas masing-masing.

“Yang kami khawatirkan adalah soal pelayanan pengangkutan di wilayah. Truk tidak bisa kembali untuk narik sampah lagi kalau masih terjebak di sini. Semoga segera ada solusi,” pungkas Samsuro.

Jika pasokan BBM tidak segera normal, warga Kabupaten Bekasi diminta bersiap menghadapi potensi keterlambatan pengangkutan sampah di lingkungan masing-masing.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Bekasi – Kawasan Danau Duta Harapan di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, dipastikan bakal…

Bekasi – Kabupaten Bekasi mencatatkan sejarah baru di dunia pendidikan tanah air. Daerah ini menjadi…

Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi mulai mematangkan langkah nyata dalam mengubah tumpukan sampah menjadi sumber…

Kabupaten Bekasi – Bagi warga Kabupaten Bekasi yang ingin mengurus perpanjangan SIM, Satlantas Polres Metro…

Kota Bekasi – Bagi warga Kota Bekasi yang ingin mengurus perpanjangan SIM, Satlantas Polres Metro…

Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi resmi merilis kebijakan super ringan bagi para wajib pajak. Tak…

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari GoBekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: