BEKASISATU, KOTA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi kembali Meminta bantuan kepada pemerintah pusat terkait pembangunan Underpass Jalan Nonon Sonthanie.
Hal ini dianggap mendesak karena berpacu dengan waktu guna mengantisipasi ancaman kelumpuhan lalu lintas imbas proyek Double-Double Track (DDT) milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Sebelumnya Pemerintah Kota Bekasi juga sudah mengirimkan surat resmi kepada pemerintah pusat melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) guna meminta kejelasan soal Bantuan Presiden (Banpres) terkait realisasi pembangunan Flyover (Jalan Layang) Bulak Kapal.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengungkapkan bahwa pembangunan underpass di atas lahan Perum Jasa Tirta (PJT) tersebut sangat krusial.
Saat ini, pihaknya tengah mematangkan proposal permohonan dana untuk dilayangkan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Untuk usulan underpass ini, kami coba ajukan ke Kementerian Perhubungan dan Kementerian PU secara anggaran. Mengingat keterbatasan APBD di tingkat kota, kita harus mencari opsi pendanaan lain agar proyek pendukung DDT ini bisa terwujud,” jelas Idi Sutanto dalam keterangannya, Sabtu (30/05/26).
Idi menjelaskan, urgensi pembangunan jalan bawah tanah ini tak lepas dari proyeksi lonjakan frekuensi perjalanan kereta api. Tingginya intensitas tersebut pada akhirnya akan memaksa seluruh perlintasan sebidang di wilayah Bekasi ditutup secara permanen demi keselamatan.
“Jadi harus ada solusi. Kalau jalur DDT sudah beroperasi, semua perlintasan sebidang itu nanti ditutup. Kalau tidak kita antisipasi dari sekarang, lalu lintas kendaraan kita akan stuck (macet total),” tegasnya.
Menurut Idi, mitigasi rekayasa infrastruktur ini sejatinya sudah diprediksi dan dirancang sejak tiga hingga empat tahun terakhir. Skema ini disiapkan jauh sebelum terjadinya insiden kecelakaan tragis yang melibatkan kereta api di perlintasan Bekasi Timur pada akhir April lalu, yang sekaligus menjadi pengingat keras pentingnya infrastruktur perlintasan yang aman.
Sembari menunggu kepastian turunnya dana dari Pemerintah Pusat untuk konstruksi utama tahun depan, pihak DBMSDA kini mengambil langkah taktis. Sebagai tahap awal, Pemkot mulai membenahi dan membangun badan jalan di sekitar lokasi.
“Tahun depan kita lanjutkan bertahap, jalan aksesnya kita benahi dulu. Secara proyeksi, lahan yang dibutuhkan sudah mencukupi. Kita tinggal membuat jalan pendekatnya saja nanti dari arah utara ke selatan,” papar Idi.
Kehadiran underpass di Jalan Nonon Sonthanie ini nantinya akan melengkapi cetak biru penanganan tata ruang dan kemacetan di koridor rel kereta Bekasi.
“Walaupun sebelum kecelakaan akhir April lalu kita sudah punya programnya. Ada usulan Fly Over Bulak Kapal, Underpass Bulan-bulan, ditambah underpass di Jalan Nonon Sonthanie ini. Nanti juga akan kita buatkan frontage (jalur lambat) yang sejajar dengan rel agar arus lalu lintas terpecah,” pungkasnya.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli