Infobekasi.co.id – Pemerintah memproyeksikan bakal terjadi 143,9 juta pergerakan masyarakat selama periode libur Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan, keselamatan jiwa menjadi prioritas tertinggi dalam seluruh persiapan menyambut arus mudik dan balik tahun ini.
Berdasarkan data survei Kementerian Perhubungan, jumlah pergerakan masyarakat diprediksi mencapai 143,9 juta orang. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pemerintah berupaya mendistribusikan mobilitas agar tidak terpusat pada satu waktu tertentu melalui berbagai kebijakan pengaturan.
“Kita berusaha mengurangi tekanan dengan membuat rentang waktu libur yang lebih lebar, mengatur libur sekolah, serta menerapkan fleksibel working arrangement bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN), yang diharapkan dapat mengurangi beban pergerakan,” jelas Pratikno, Senin (2/3).
Selain pengaturan mobilitas, pemerintah juga menekankan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Pratikno menyebutkan, kondisi di wilayah Sumatera masih belum pulih total akibat bencana sebelumnya, dan hujan serta banjir kembali melanda sejumlah area terdampak.
Di luar Sumatera, kewaspadaan juga ditingkatkan di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, hingga Papua masih memiliki potensi curah hujan tinggi.
“Kita harus berusaha keras untuk menjaga keamanan. Keselamatan jiwa adalah prioritas yang paling tinggi. Kita harus bersama-sama melakukan mitigasi bencana yang terintegrasi,” imbau Dia.
Dalam perjalanan mudik, keselamatan pengendara motor menjadi perhatian khusus. Selain itu, pengamanan di jalur-jalur vital yang menjadi titik krusial arus mudik dan balik juga harus diperhatikan demi pelayanan yang aman.
Pratikno juga menyoroti aspek pelayanan selama periode mudik yang harus mengedepankan pendekatan humanis dan inklusif, dengan perhatian lebih kepada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
“Selain aman, tentu saja juga nyaman. Kami harapkan pendekatan humanis dan inklusif, terutama sekali memberikan perhatian yang utama kepada kelompok-kelompok rentan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Pratikno menyatakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan layanan Idulfitri sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, penguatan deteksi dini, serta pengambilan keputusan yang berbasis data riil dan pengecekan lapangan secara berkelanjutan.
“Ini adalah komitmen kita bersama untuk menjamin layanan yang aman, nyaman, dan lancar. Kehadiran negara harus dirasakan secara langsung oleh masyarakat melalui layanan yang humanis dan responsif,” pungkasnya.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli