Berita Utama Info Bekasi

Pascaledakan Cimuning, DPRD Bekasi Pastikan Korban Dirawat dan Dorong Audit SPBE

03 April 2026 Administrator Desa

Infobekasi.co.id – Peristiwa ledakan disertai kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan PU, Cimuning, Mustikajaya, menjadi sorotan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi.

Salah satunya, Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton, yang turun langsung mengunjungi lokasi kejadian untuk meninjau kondisi di lapangan.

“Ledakan di Cimuning ini kebetulan wilayah dapil kami. Kami memastikan pemerintah siap datang dan membantu masyarakat yang terdampak musibah,” kata Anton dijumpai di lokasi, Kamis, 2 April 2026.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan para korban luka bakar mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Bekasi.

“Kami memfokuskan kepada korban yang dirawat di rumah sakit, apakah sudah ditangani atau belum. Alhamdulillah, ternyata korban hari ini sudah mendapatkan penanganan,” tuturnya.

Anton memastikan, Komisi II DPRD Kota Bekasi akan mendata seluruh SPBE yang beroperasi di wilayah ini. Hal ini bertujuan untuk memastikan legalitas izin, kelayakan fasilitas, serta dampaknya terhadap lingkungan dan warga.

“Tidak lupa kami dari Komisi II akan mendata SPBE yang ada di Kota Bekasi, apakah sudah layak beroperasi atau tidak. Jika tidak layak, langkah tegas akan kami berikan rekomendasi untuk segera diberhentikan,” ujar Anton.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra, menegaskan perlu dilakukan pemeriksaan, evaluasi, dan verifikasi menyeluruh.

“Kami juga menanyakan kepada warga sejauh mana pihak SPBE melakukan pendataan dan apa yang bisa mengganti kerugian warga. Kami pastikan pendataan ini benar dan akurat,” ujar Sarwin.

Ia menilai, lokasi SPBE Cimuning berada di kawasan padat penduduk sehingga harus menjadi perhatian serius terkait aspek keselamatan.

“Kalau kami lihat, memang keberadaan SPBE ini berada di pemukiman padat penduduk. Ini harus menjadi perhatian utama pemilik usaha dalam hal keselamatan,” ucapnya.

Ia berharap pihak berwajib dapat mengusut tuntas penyebab kejadian serta mendorong Pemkot Bekasi agar terus mendampingi korban.

“Sebagai legislatif, kami memastikan warga kami terakomodir, baik bantuan materi maupun kesehatan,” tuturnya.

Sebagai informasi, peristiwa ini terjadi pada Rabu malam, 1 April 2026. Berdasarkan laporan BPBD Kota Bekasi, sebanyak 19 rumah dan kios mengalami kerusakan berat, 13 kendaraan rusak terbakar, serta 17 orang warga mengalami luka bakar dan dirawat di sejumlah rumah sakit.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: