BEKASISATU, KOTA BEKASI — Pelarian Aloy, salah satu pelaku penyerangan berdarah di kawasan Pasar Kranji, Kota Bekasi, akhirnya terhenti. Jajaran Polsek Bekasi Barat sukses membekuk pelaku yang sempat buron tersebut saat ia tengah asyik mengamen di kawasan Rawa Panjang.
Penangkapan cepat ini langsung mendapat sorotan positif dari tokoh masyarakat setempat. Ketua Ormas MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Bekasi, Ariyes Budiman, melontarkan apresiasinya terhadap respons cepat aparat penegak hukum.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja luar biasa jajaran Polsek Bekasi Barat yang berhasil menangkap pelaku. Ini membuktikan bahwa polisi tidak main-main dan serius dalam memberikan rasa aman bagi warga Kota Bekasi,” tegas Ariyes, Minggu (31/05/26)
Petaka Berawal dari Sebilah Pisau
Jika dirunut ke belakang, kasus pengeroyokan yang menimpa seorang pemuda bernama Wahyudi alias Ganay ini bermula dari insiden spontan. Peristiwa mencekam itu terjadi di kawasan Gang Gereja, dekat Pasar Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, pada Jumat (15/05/26) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
Malam itu, Wahyudi tengah bersantai bersama rekan-rekannya. Tiba-tiba, datang dua Orang Tak Dikenal (OTK) menghampiri tongkrongan mereka. Salah satu pelaku, yang kemudian diketahui berinisial A (Aloy) dan mengaku berasal dari kawasan Pekayon, awalnya mengajak korban mengobrol dengan nada santai.
Namun, situasi damai itu berubah tegang saat mata Wahyudi menangkap ada sebilah pisau yang terselip di balik pinggang pelaku. Merasa insting keselamatannya terancam oleh kehadiran senjata tajam tersebut, korban secara spontan merampas dan membuang pisau itu.
“Awalnya mereka itu ngobrol biasa. Tapi karena korban melihat ada pisau dan merasa tidak aman, pisaunya dibuang. Dari situ langsung terjadi cekcok mulut yang panas di lokasi,” ungkap salah satu warga setempat yang menjadi saksi mata awal mula ketegangan.
Kembali Membawa Samurai
Tidak terima senjatanya dibuang begitu saja, Aloy dan rekannya sempat pergi meninggalkan lokasi tongkrongan. Nahas bagi korban, kepergian pelaku bukanlah tanda perdamaian.
Tak berselang lama, kedua OTK tersebut kembali mendatangi Gang Gereja. Kali ini, mereka menenteng senjata tajam jenis samurai. Tanpa banyak bicara dan tanpa ampun, kedua pelaku langsung menyerang Wahyudi secara membabi buta di lokasi kejadian.
Kini, dengan ditangkapnya Aloy, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan dan pemeriksaan intensif untuk menuntaskan kasus kekerasan bersenjata ini hingga ke akar-akarnya.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli