Program Gentengisasi bukan sekadar urusan estetika.
Kabupaten Bekasi – Kebijakan “Gentengisasi” yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto membawa angin segar bagi pelaku UMKM di sektor material bangunan.
Namun, di balik peluang besar tersebut, Kabupaten Bekasi menghadapi tantangan serius: ketiadaan produsen genteng lokal.
Melihat kekosongan ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai gencar mendorong para perajin batu bata merah untuk melakukan diversifikasi produk guna memenuhi kebutuhan pasar yang kini melonjak drastis.
Bekasi Masih Bergantung pada Suplai Luar Daerah
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir, mengungkapkan fakta bahwa sejauh ini kebutuhan genteng di wilayahnya masih “mengimpor” dari daerah tetangga.
“Di Kabupaten Bekasi belum ada yang memproduksi genteng. Produksi lokal kita hanya terbatas pada batu bata merah, itu pun lokasinya sudah semakin terbatas. Akibatnya, suplai harus didatangkan dari Purwakarta dan Majalengka,” ujar Nur Chaidir, Kamis (9/4/2026).
Padahal, permintaan genteng tanah liat saat ini sedang tinggi-tingginya, terutama untuk mendukung program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan pembangunan rumah subsidi di wilayah Bekasi.
Beralih dari Asbes Demi Kesehatan
Program Gentengisasi bukan sekadar urusan estetika. Pemerintah kini mulai membatasi penggunaan material asbes pada bangunan publik karena pertimbangan kesehatan dan keselamatan. Hal ini membuka pasar yang jauh lebih luas bagi genteng tanah liat.
Nur Chaidir meyakini, ke depan penggunaan genteng tanah liat tidak hanya terbatas pada program Rutilahu, tetapi juga akan merambah ke gedung sekolah negeri, kantor pemerintahan serta fasilitas umum dan sosial.
Baca Juga: Asep Surya: Gentengisasi Tak Bisa Disamaratakan di Semua Daerah
“Ini sebetulnya menjadi peluang emas bagi UMKM batu bata lokal untuk mulai beralih atau ikut memproduksi genteng. Pasarnya sudah jelas dan didukung kebijakan pemerintah,” tambahnya.
Instruksi Menteri PKP: Kualitas Harus SNI
Sejalan dengan visi Presiden Prabowo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menegaskan bahwa negara ingin memastikan pembangunan rumah membawa manfaat langsung bagi “wong cilik”.
Pembelian perdana genteng dari sentra Jatiwangi, Majalengka, menjadi bukti nyata keseriusan ini.
Namun, Menteri Maruarar memberikan catatan penting bagi para pelaku UMKM yang ingin bergabung dalam program ini.
“Negara hadir untuk UMKM, tapi produknya harus bersaing. Harus memiliki daya saing tinggi dengan menjaga kualitas sesuai standar SNI,” tegas Maruarar.
Mendorong UMKM Bekasi Naik Kelas
Bagi para perajin batu bata di wilayah seperti Sukatani, Cikarang Timur, hingga Serang Baru, tantangan dari Disperkimtan ini menjadi ajakan untuk “naik kelas”.
Jika perajin lokal mampu memproduksi genteng berkualitas, biaya logistik pembangunan di Bekasi akan terpangkas, dan perputaran ekonomi akan tetap tinggal di dalam daerah.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Kabupaten Bekasi – Tabir gelap menyelimuti insiden kebakaran yang menimpa rumah S (30), seorang saksi…
Kabupaten Bekasi – Bagi warga Kabupaten Bekasi yang ingin mengurus perpanjangan SIM, Satlantas Polres Metro…
Kota Bekasi – Bagi warga Kota Bekasi yang ingin mengurus perpanjangan SIM, Satlantas Polres Metro…
Jakarta — Tingginya minat masyarakat, terutama lulusan baru, terhadap program magang mendorong Menteri Ketenagakerjaan Yassierli…
Kabupaten Bekasi – Teka-teki kematian tragis ES (60), pengusaha penyewaan tenda yang ditemukan bersimbah darah…
Kota Bekasi – Kabar kurang sedap datang dari sektor ketenagakerjaan Kota Bekasi menjelang Lebaran 2026….
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari GoBekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli