Berita Utama Bekasi Satu

Pemasangan Kerangka JPO Stasiun Bekasi Dimulai, Lalin Dialihkan

09 April 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI — Sempat tertunda akibat arus mudik Lebaran, proyek pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di depan Stasiun Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda, kembali dilanjutkan.

Mengantisipasi kepadatan jalan akibat pengerjaan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi memberlakukan sistem contraflow atau lawan arus khusus pada malam hari.

Pemasangan pondasi dan kerangka besi JPO ini membutuhkan alat berat jenis crane, sehingga pelaksanaannya dikebut pada jam-jam sepi, yakni mulai pukul 23.00 hingga 05.00 WIB. Pengerjaan proyek ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 7 hingga 10 April 2026.

“Pelaksanaan pekerjaan sudah dilakukan sejak kemarin malam, menggunakan alat berat berupa crane untuk penyusunan kerangka pada pondasi pembangunan JPO,” ujar Kepala Bidang Teknik Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi, Syafruddin, Rabu (08/04/26).

Mengingat badan jalan raya yang terpakai oleh alat berat, Dishub Kota Bekasi menerapkan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) yang bersifat situasional.

Syafruddin memastikan bahwa mobilitas warga akan tetap berjalan lancar dengan penjagaan ketat dari petugas lapangan.

“Melalui skema contraflow yang kami gagas, penyesuaian mobilitas para pengendara kendaraan bermotor bisa tetap melintas di lokasi. Kami juga melakukan penebalan anggota di lapangan,” sambungnya.

Lebih rinci, terdapat sejumlah pengalihan arus lalu lintas selama proyek berlangsung. Rute kendaraan dari arah Simpang Pemda menuju Bulan-Bulan dialihkan via Jalan Kemakmuran, Jalan Veteran, Jalan M. Hasibuan, hingga Jalan R.A. Kartini. Sebaliknya, dari arah Bulan-Bulan ke Kranji dapat melintasi Jalan KH. Masyuro, Jalan Veteran, lalu ke Jalan Rawa Tembaga.

Khusus untuk kendaraan berdimensi besar, petugas langsung mengarahkannya untuk melintas via Jalan M. Hasibuan dan Jalan R.A. Kartini guna menghindari tumpukan kendaraan di titik crane.

Terkait ketidaknyamanan ini, pihak Dishub meminta masyarakat dapat memaklumi rekayasa yang sedang berlangsung.

“Kami memohon maaf atas adanya pengalihan arus lalin ini. Karena waktu yang tepat untuk pemasangan kerangka JPO hanya pada malam hari, mengingat waktu pagi dan sore adalah waktu sibuk,” pungkas Syafruddin.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: