Berita Utama Bekasi Satu

Pengelola SPBE Bungkam, Pertamina Ambil Alih Nasib Korban

03 April 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI– PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) akhirnya mengambil alih tanggung jawab atas insiden ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya.

Langkah cepat ini berbanding terbalik dengan sikap PT Indogas Andalan Kita selaku perusahaan pengelola yang hingga kini terkesan “cuci tangan”.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral atas insiden yang melibatkan mitranya pada Rabu (01/04/26) malam lalu, Pertamina memastikan akan menanggung seluruh kerugian warga, mulai dari perbaikan rumah hingga perawatan medis.

“Yang pasti kepada korban yang terdampak, kita akan lakukan penanganan medisnya yang terbaik dengan membiayai para korban,” janji Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional JBB, Susanto August Satria beberapa waktu lalu.

Mewakili pihak Pertamina, Satria juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Cimuning yang menjadi korban amukan api.

“Kami menyampaikan mohon maaf atas insiden di SPBE yang merupakan mitra dari Pertamina,” ungkapnya.

Di tengah kepanikan warga, Satria juga menggaransi bahwa tragedi ini tidak akan mengganggu distribusi gas LPG. Pasokan dipastikan tetap aman, khususnya untuk tiga wilayah di Kabupaten Bekasi yang selama ini masuk dalam cakupan layanan SPBE tersebut.

DPRD Kecam Kebungkaman Pengelola

Di sisi lain, absennya itikad baik dari PT Indogas Andalan Kita selaku pengelola resmi SPBE memicu reaksi keras dari unsur legislatif. Perusahaan swasta tersebut dituding bersembunyi di balik langkah cepat Pertamina dan bantuan pemerintah daerah.

Ketua Fraksi Golkar Solidaritas DPRD Kota Bekasi Sarwin Edi Saputra, mengecam keras sikap manajemen yang tidak kunjung memberikan klarifikasi maupun bantuan kepada puluhan Kepala Keluarga (KK) yang tempat tinggal dan usahanya luluh lantak di RT 01 dan 02, RW 03.

“Ini yang jadi perhatian. Warga menyampaikan belum ada itikad dari pihak pengelola. Ini tentu harus segera dijawab,” tegas politisi Partai Golkar tersebut seusai menyalurkan bantuan langsung di lokasi kejadian, Jumat (03/04/26).

Sarwin menilai, manajemen pengelola SPBE tidak boleh berlindung dan melempar seluruh beban pemulihan pasca bencana kepada pihak lain. Ia memastikan DPRD akan terus mendesak perusahaan untuk segera menampakkan diri dan memenuhi hak-hak warga yang terdampak.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: