BEKASISATU, KOTA BEKASI – Musyawarah Cabang (Muscab) IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Bekasi menetapkan Nawal Husni sebagai Ketua terpilih Dewan Pimpinan Cabang (DPC) berdasarkan hasil mufakat.
Mengemban amanah tersebut, Bang Nawal sapaan akrabnya bertekad membawa angin segar bagi partai berlambang Ka’bah ini dengan mendorong regenerasi dan transparansi organisasi.
Sebagai Ketua terpilih, Nawal Husni dengan tegas menepis desas-desus yang menyebutkan adanya penunjukan langsung secara sepihak untuk posisi pucuk pimpinan tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses pemilihan telah berjalan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
“Tidak ada penunjukan langsung. Prosesnya diawali dengan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt), yang kemudian dibawa ke Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab). Kami sudah menawarkan secara terbuka siapa yang bersedia mencalonkan diri, namun ternyata tidak ada. Akhirnya, teman-teman dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) berembuk dan mencapai mufakat untuk mencalonkan saya sebagai Ketua DPC didampingi Haji Bambang sebagai Sekretaris,” ungkap Nawal usai gelaran Muscab, Minggu (03/05/26).
Terkait riak dan polemik yang sempat mewarnai internal PPP Kota Bekasi belakangan ini, Nawal menanggapinya dengan santai. Menurutnya, hal tersebut adalah dinamika politik yang lumrah terjadi akibat perbedaan interpretasi.
“Itu hanya dinamika di dalam politik, mungkin ada kesalahpahaman saat membaca sebuah perintah instruksi. Ini bukan tentang pengkhianatan, melainkan demi penyegaran estafet organisasi PPP di Kota Bekasi,” tegasnya.
Fokus Regenerasi dan Hindari Tradisi ‘4L’
Ke depan, Nawal berjanji akan mengutamakan kolaborasi dan konsolidasi di semua lini, terutama mensinergikan kekuatan kader senior dan junior. Ia menekankan bahwa partai politik harus dikelola secara profesional layaknya sebuah perusahaan.
“Harus ada regenerasi dan transparansi. Ke depan, kepengurusan PPP tidak boleh hanya diisi oleh ‘4L’ alias Lu Lagi, Lu Lagi. Kaderisasi mutlak harus berjalan,” papar Nawal yang juga Anggota DPRD Kota Bekasi.
Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk dievaluasi kapan saja jika kinerjanya dinilai tidak memuaskan. “Organisasi Partai itu seperti perusahaan. CEO atau direksinya bisa berganti, tapi perusahaan harus tetap jalan. Kalau saya dianggap gagal nanti, silakan diganti. Menjadi ketua itu tidak boleh baper,” tambahnya.
Saat ini, kepengurusan baru DPC PPP Kota Bekasi tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) pengesahan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Barat dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Nawal memprediksi proses administrasi ini akan rampung dalam waktu dekat.
Sembari menunggu penetapan resmi, Nawal menegaskan komitmennya untuk terus merangkul seluruh kader, termasuk mereka yang sempat berseberangan pendapat selama dinamika internal terjadi.
“Saya tetap mengajak semuanya bersatu. Saya yakin, setelah belasan tahun menjadi pengurus, rasa cinta mereka terhadap PPP itu sangat besar. Ayo teman-teman, kita majukan PPP demi pembangunan Kota Bekasi,” pungkasnya.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli