Berita Utama Info Bekasi

Sejarah Panjang Iran: Dari Kejayaan Kekaisaran Persia hingga Perang dengan Israel-AS

03 April 2026 Administrator Desa

Infobekasi.co.id – Bangsa Persia, yang kini dikenal sebagai Iran, merupakan salah satu peradaban tertua di dunia yang tetap bertahan hingga era modern. Sejarahnya membentang lebih dari 2.500 tahun, dari masa kekaisaran kuno hingga menjadi negara Republik Islam yang memegang peranan penting dalam peta geopolitik global saat ini.

Wilayah Iran telah dihuni manusia sejak ribuan tahun lalu. Peradaban awal bermunculan melalui Kerajaan Elam yang berkembang di kawasan barat daya sekitar tahun 2700 SM. Memasuki milenium kedua sebelum Masehi, bangsa Indo-Iran (Arya) bermigrasi ke wilayah ini dan menjadi cikal bakal suku-suku besar seperti Medes dan Persia.

Puncak kejayaan Persia dimulai saat Cyrus the Great mendirikan Kekaisaran Akhemeniyah pada 550 SM. Ia memperluas wilayah kekuasaan dari Asia Tengah hingga Mesir dengan sistem pemerintahan yang maju. Di bawah Darius I, kekaisaran ini sangat terorganisir hingga akhirnya runtuh ditaklukkan Alexander the Great pada 330 SM. Setelah masa pengaruh Yunani, Persia bangkit kembali melalui Kekaisaran Parthia dan kemudian Dinasti Sassania yang menjadi rival utama Romawi, sebelum akhirnya Islam masuk pada abad ke-7.

Setelah masuknya Islam, Persia tidak kehilangan identitasnya, justru bahasa dan budayanya berkembang pesat menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia Islam. Perubahan besar terjadi pada tahun 1501 saat Shah Ismail I mendirikan Dinasti Safawi dan menetapkan Islam Syiah sebagai agama resmi negara, menjadi ciri khas identitas Iran hingga hari ini.

Memasuki abad ke-20, Reza Shah Pahlavi melakukan modernisasi besar-besaran, namun ketidakpuasan rakyat memuncak pada tahun 1979 ketika Ruhollah Khomeini memimpin Revolusi yang menggulingkan monarki dan mendirikan Republik Islam.

Sejak saat itu, hubungan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat berubah drastis. Di bawah pemerintahan Shah, Iran dulunya adalah sekutu dekat AS dan mengakui Israel. Namun pasca-revolusi, hubungan putus total dan AS disebut sebagai “Setan Besar” serta Israel sebagai “Setan Kecil”. Konflik yang awalnya berupa perang proksi, kini memanas menjadi konfrontasi langsung.

Konflik memuncak menjadi perang terbuka dengan dua fase besar. Pada Juni 2025, Israel melancarkan Operation Rising Lion, disusul serangan AS bernama Operation Midnight Hammer yang membom situs nuklir Fordow, Natanz, dan Isfahan. Serangan ini menewaskan lebih dari 1.000 orang di Iran dan 29 orang di Israel, serta melukakan ribuan lainnya.

Eskalasi terbaru terjadi mulai Februari 2026 melalui Operation Epic Fury yang menargetkan lebih dari 15.000 lokasi strategis. Hingga Maret 2026, korban jiwa di Iran mencapai lebih dari 2.000 orang. Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dalam serangan awal, dan lalu lintas di Selat Hormuz sempat terganggu memicu lonjakan harga minyak dunia.

Hari ini, Iran memiliki populasi sekitar 90 juta jiwa dengan ibu kota di Tehran. Negara ini menganut sistem teokrasi Islam Syiah dengan ekonomi berbasis minyak dan gas yang terus tertekan sanksi. Meski menghadapi berbagai tekanan, inflasi tinggi, dan ketegangan geopolitik, laporan intelijen terbaru menyebutkan bahwa kekuatan militer dan struktur negara Iran dinilai masih relatif solid serta memiliki kapasitas untuk melakukan serangan balasan.

#Persia #Infobekasi #Iran #SejarahDunia

*Data referensi dari berbagai sumber

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: