BEKASISATU, KOTA BEKASI — Arogansi di jalan raya kembali memakan korban. Seorang pengemudi mobil bernama Nugroho (34) bersama keluarganya menjadi korban teror, perusakan, hingga penganiayaan oleh oknum sopir angkutan kota (angkot) K-02 trayek Pondok Gede–Bekasi.
Peristiwa mencekam di siang bolong ini terjadi di kawasan Jalan Raya Pekayon, Kota Bekasi, pada Sabtu (11/07/26). Pemicunya sepele: pelaku diduga tidak terima lantaran gagal menyerobot antrean kemacetan.
Insiden bermula sekitar pukul 10.31 WIB. Saat itu, korban dan keluarganya tengah dalam perjalanan dari Jatiasih menuju Kota Bekasi. Sesampainya di pertigaan Kemang Pratama, arus lalu lintas tersendat akibat adanya proyek perbaikan jembatan. Kendaraan pun harus melintas secara bergantian dengan tertib.
Namun, ketenangan pecah ketika sebuah angkot K-02 dari arah belakang memaksa masuk dan memotong jalur antrean.
“Saat itu posisi kendaraan kami sedang berada di jalur antrean yang semestinya. Tiba-tiba angkot itu mencoba menyerobot batas antrean dari belakang. Kami tentu hanya berusaha mempertahankan posisi agar arus tetap berjalan sesuai jalurnya,” ujar Nugroho saat memberikan keterangan resmi, Minggu (12/07/26).
Gagal memotong jalan, sopir angkot yang diperkirakan masih berusia 20 hingga 30 tahun tersebut tersulut emosi. Ia turun dari kemudinya, menghampiri mobil korban, dan melontarkan caci maki. Padahal, di dalam mobil tersebut terdapat istri dan keluarga korban.
Tak puas hanya memaki, pelaku melakukan aksi sabotase dengan memindahkan pot bunga di pinggir jalan tepat ke depan mobil korban guna menghalangi laju kendaraan. Demi mengurai ketegangan dan agar kemacetan tak semakin panjang, istri korban berinisiatif turun untuk menyingkirkan pot tersebut.
Nahas, teror rupanya belum berakhir. Menyadari gelagat buruk, Nugroho sempat merekam kejadian tersebut menggunakan ponselnya. Benar saja, saat mobil korban melintas di kawasan Grand Delta Pekayon, pelaku kembali mengejar dengan ugal-ugalan.
“Dia menyalip beberapa kendaraan di depan kami lalu mendadak berhenti. Dia memanggil rekannya dari arah berlawanan, lalu salah satu angkot sengaja diposisikan melintang untuk memblokade laju mobil kami,” Nugroho memaparkan.
Puncak arogansi terjadi di titik ini. Pelaku kembali turun dan melakukan aksi teatrikal di depan kap mobil korban.
“Pelaku ini sengaja menjatuhkan dirinya sendiri ke kap mobil, membuat drama seolah-olah dia adalah korban yang saya tabrak. Setelah itu, dia beringas memukul dan merusak sisi kanan mobil saya. Dada saya juga mengalami luka akibat serangan tersebut,” ungkapnya.
Tidak terima dengan aksi premanisme berkedok sopir angkot tersebut, Nugroho telah membawa kasus ini ke ranah hukum. Ia resmi melaporkan dugaan penganiayaan dan perusakan barang ke Mapolsek Bekasi Selatan. Kini, pihak kepolisian tengah mendalami kasus yang meresahkan pengguna jalan di Kota Bekasi tersebut.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli