Berita Utama GoBekasi

Tradisi Unik Duta Kranji: “Ular Tangga” Maaf-Maafan di Jalanan, Cara Warga Bekasi Efisiensi Waktu di Hari Lebaran

21 March 2026 Administrator Desa

Kota Bekasi – Di saat sebagian besar warga Bekasi sibuk dengan kemacetan mudik, warga Perumahan Duta Kranji punya cara sendiri untuk merayakan kemenangan. Sabtu pagi (21/03/2026), ruas Jalan Kepodang Raya, Kecamatan Bekasi Barat, berubah menjadi lautan manusia yang membentuk barisan panjang melingkar demi sebuah tradisi: bersalaman massal.

Tradisi yang sudah berakar sejak tahun 1990-an ini kembali digelar usai pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah. Bukan di dalam masjid atau rumah masing-masing, warga justru tumpah ruah ke jalan utama perumahan untuk saling memaafkan.

Warisan 36 Tahun yang Tak Tergerus Zaman

Apa yang dilakukan warga RW di Duta Kranji ini bukan sekadar kumpul-kumpul biasa. Ini adalah warisan turun-temurun yang sudah terjaga selama 36 tahun. Begitu doa usai Sholat Id selesai dipanjatkan, warga dari berbagai usia—mulai dari balita yang digandeng orang tuanya hingga lansia—langsung mengambil posisi di sepanjang jalan.

Mereka membentuk barisan panjang yang saling menyambung hingga melingkari area jalan. Satu per satu, warga bergerak mengelilingi barisan tersebut. Suasana haru dan tawa pecah di bawah langit Bekasi pagi itu.

Efisiensi Waktu: Tak Perlu Keliling “Door-to-Door”

Di tengah kesibukan kota metropolitan, efisiensi menjadi kunci. Irwan, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa tradisi ini sangat membantu warga untuk saling bertegur sapa dengan seluruh tetangga dalam waktu singkat.

“Dengan bersalaman berkumpul di jalan seperti ini, jauh lebih efisien waktu. Kita tidak perlu mendatangi rumah tetangga satu per satu yang memakan waktu lama. Di sini, sekali jalan, semua kena (bersalaman),” ujarnya.

Selain efisien, tradisi ini juga diisi dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, memperkuat sisi spiritualitas di balik kemeriahan Lebaran.

Simbol Kerukunan di Tengah Heterogenitas Bekasi

Duta Kranji menjadi bukti bahwa kerukunan bertetangga di Kota Bekasi masih sangat kental. Di tengah isu individualisme perkotaan, warga Jalan Kepodang Raya justru memilih untuk mempertahankan ikatan kekeluargaan melalui barisan salaman ini.

Warga berharap tradisi ini tidak akan luntur ditelan zaman, karena menjadi wadah rekonsiliasi tahunan yang paling efektif bagi mereka yang sehari-harinya sibuk bekerja.

Bekasi yang Hangat di Hari Fitri

Pemandangan di Duta Kranji ini adalah wajah asli Bekasi yang seringkali luput dari pemberitaan nasional. Bekasi bukan hanya soal macet, industri, atau cuaca panas, tapi juga soal komunitas yang mampu menciptakan inovasi tradisi untuk menjaga keharmonisan.

Kota Bekasi – Gelombang kriminalitas jelang Lebaran 2026 mulai menyasar institusi pendidikan. Rumah Qur’an Ummu…

Kota Bekasi – Kabar gembira bagi warga Bekasi yang selama ini terbentur aturan administratif saat…

Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, memastikan Posko Tunjangan Hari Raya (THR) dan Bonus Hari…

Kota Bekasi – Lebaran di depan mata, namun warga Bekasi yang berencana menyantap rendang harus…

Bekasi – Aspal panas Tol Batang-Semarang kembali meminta tumbal. Sebuah Mitsubishi Xpander bernopol B 2135…

Bekasi – Kabar baik bagi warga Bekasi yang baru saja tancap gas menuju kampung halaman….

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari GoBekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: