Infobekasi.co.id – Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, menargetkan lonjakan penjualan internasional hingga lima kali lipat pada tahun ini. Ambisi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan memperkuat ekspansi global sekaligus mengejar profitabilitas dalam beberapa tahun ke depan.
VinFast menargetkan penjualan global sekitar 300.000 unit kendaraan pada 2026. Pernyataan itu disampaikan Ketua sekaligus pendiri Vingroup, Pham Nhat Vuong, dalam Rapat Umum Pemegang Saham di Hanoi, Rabu (22/4). Dari total target tersebut, sekitar 200.000 unit diharapkan berasal dari pasar domestik Vietnam.
Dengan demikian, sekitar 100.000 unit ditargetkan terjual di pasar internasional. Angka itu melonjak signifikan dibandingkan pengiriman luar negeri yang hanya mencapai 21.820 unit sepanjang 2025.
Lebih jauh Vuong mengatakan, salah satu pendorong utama pertumbuhan VinFast adalah Green SM, anak usaha bergerak di sektor taksi dan layanan transportasi daring. Menurut Dia, kehadiran Green SM berperan penting dalam memperkuat posisi VinFast di pasar domestik maupun internasional.
“Berkat Green SM, VinFast telah menjadi pemain nomor satu di Vietnam dan diperkirakan segera memimpin di pasar lain,” ujarnya.
Meski demikian, pertumbuhan VinFast masih sangat bergantung pada pasar domestik. Sekitar 89 persen dari total pengiriman kendaraan tahun lalu berasal dari Vietnam. Secara global, perusahaan mencatat pengiriman 196.919 unit kendaraan listrik pada 2025, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan 97.399 unit pada tahun sebelumnya.
Dalam setahun terakhir, VinFast memfokuskan ekspansi internasional ke India, Indonesia, dan Filipina. Langkah tersebut didukung fasilitas produksi baru yang mulai beroperasi pada 2025 di Tamil Nadu dan Subang, serta pembangunan pabrik baru di Ha Tinh, Vietnam.
Dari sisi keuangan, VinFast mencatat pendapatan sebesar US$3,6 miliar pada 2025, naik 105 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, perusahaan masih membukukan kerugian bersih sebesar US$3,9 miliar, sehingga total kerugian kumulatif mencapai US$14,5 miliar.
Masij kata Vuong, Ia menegaskan, perusahaan telah menyiapkan strategi pendanaan yang matang untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan.
“Kami telah menyelesaikan penggalangan modal untuk VinFast, tidak ada hambatan,” pungkasnya.
Sementara itu, VinFast juga semakin serius menggarap pasar Indonesia. Perusahaan berencana meluncurkan tiga skuter listrik sekaligus pada Juni 2026, yakni tipe Evo, Feliz II, dan Viper.
CEO VinFast eScooter Indonesia Market, Yordan Satriadi, mengatakan, ketiga model tersebut dipilih setelah perusahaan mempelajari kebutuhan konsumen Tanah Air.
“Itu yang akan kami luncurkan di fase pertama. Setelah kami menganalisis, kami melihat ketiga model ini paling cocok untuk Indonesia,” tutur Yordan di hadapan insan media saat acara Vinfast Indonesia E-Scooter, Carge E-Journey Hanoi, Vietnam, Kamis (23/4/2026).
Menurut dia, versi Indonesia bakal memiliki spesifikasi lebih tinggi dibandingkan model dipasarkan di Vietnam. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi jalan, tingkat kepadatan lalu lintas, serta kebiasaan berkendara masyarakat Indonesia.
Untuk pasar Vietnam, ketiga model tersebut memiliki jarak tempuh sekitar 82 hingga 85 kilometer dalam sekali pengisian baterai. Adapun versi Indonesia ditargetkan mampu menempuh jarak lebih dari 100 kilometer.
Kabar baiknya, VinFast juga menyiapkan fasilitas swap station untuk memudahkan konsumen membutuhkan jarak tempuh lebih panjang. Selain itu, sejumlah komponen kendaraan akan menggunakan produk lokal guna memenuhi target Tingkat Kandungan Dalam Negeri.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli