Berita Utama GoBekasi

Ancaman Kekeringan Hantui Kecamatan Serang Baru, BPBD Bekasi Salurkan 10.000 Liter Air Bersih

11 June 2026 Administrator Desa

Dropping air bersih tersebut merupakan respons kilat usai pusaran laporan warga mendarat di meja kedaruratan. Wilayah tersebut dilaporkan mandul dari guyuran hujan sejak sebulan terakhir, memicu krisis air domestik yang akut.

Bekasi — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter untuk menyokong kebutuhan warga Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, yang mulai tercekik kemarau.

Dropping air bersih tersebut merupakan respons kilat usai pusaran laporan warga mendarat di meja kedaruratan. Wilayah tersebut dilaporkan mandul dari guyuran hujan sejak sebulan terakhir, memicu krisis air domestik yang akut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Bekasi, Dody Supriadi, mengonfirmasi bahwa pengiriman logistik cair ke Serang Baru ini merupakan panggung perdana operasi tanggap darurat kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

“Pengiriman air bersih sudah mulai dilakukan sejak Selasa kemarin sebagai langkah cepat membantu warga yang terdampak kekeringan,” kata Dody, Kamis (11/6/2026).

Merujuk data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bekasi, armada tangki dikerahkan untuk membelah dua titik episentrum kekeringan di Desa Nagasari, yaitu Kampung Pasir Kupang (RT 002/RW 001) dan Kampung Tegal Badak (RT 009/RW 005).

Dua unit mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter dikerahkan penuh untuk memasok kebutuhan vital bagi sedikitnya 30 kepala keluarga atau berkisar 90 jiwa yang terdampak langsung di dua lokasi tersebut.

Berdasarkan hasil asesmen cepat yang dilakukan petugas di lapangan, potret krisis di dua kampung tersebut tergolong mengkhawatirkan.

Sebagian warga kedapatan sudah angkat tangan karena kehabisan stok air bersih sejak tiga hari sebelum bantuan datang. Demi menyambung hidup untuk memasak dan minum, warga yang mayoritas berpenghasilan pas-pasan terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air eceran.

Guna memastikan distribusi berjalan tertib tanpa adegan rebutan, BPBD menata birokrasi lapangan dengan menggandeng personel Satpol PP, jajaran perangkat Desa Nagasari, ketua RT setempat, hingga pelibatan aktif warga dalam antrean jeriken.

Menyikapi potensi meluasnya wilayah yang terpapar kekeringan seiring memuncaknya musim kemarau, Dody melempar maklumat agar struktur pemerintahan di tingkat bawah tidak pasif.

“Kami sarankan masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih segera melapor melalui desa atau kecamatan setempat agar dapat diteruskan kepada BPBD,” terang Dody.

Skema pelaporan berjenjang ini sengaja dipotong jalurnya agar birokrasi penanganan logistik bencana di hilir bisa dipangkas, sehingga armada tangki BPBD dapat langsung meluncur ke titik kritis tanpa perlu menunggu asesmen yang memakan waktu berhari-hari.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Jakarta — Kepastian hukum dalam arena Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi…

Bekasi – Arief Prabowo, warga Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, mengaku kehilangan dana sebesar Rp…

Bekasi — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi menggelar operasi sterilisasi dan menindak tegas kendaraan yang…

Kabupaten Bekasi – Bagi warga Kabupaten Bekasi yang ingin mengurus perpanjangan SIM, Satlantas Polres Metro…

Kota Bekasi – Bagi warga Kota Bekasi yang ingin mengurus perpanjangan SIM, Satlantas Polres Metro…

Bekasi — Setelah membuat resah warga selama tiga hari, seekor monyet ekor panjang akhirnya berhasil…

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari GoBekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: