BEKASISATU, KOTA BEKASI — Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Bekasi mendesak PT PLN (Persero) untuk segera mengevaluasi kinerja layanan mereka. Hal ini menyusul rentetan pemadaman listrik secara mendadak di wilayah Kota Bekasi dan sekitarnya yang dinilai memukul telak sektor industri dan merugikan pelaku usaha.
Ketua APINDO Kota Bekasi, Farid Elhakamy, menyoroti ketiadaan sosialisasi atau pemberitahuan awal dari pihak PLN sebelum aliran listrik diputus. Menurutnya, pemadaman tanpa kompromi ini bukan sekadar menghentikan operasional, melainkan menciptakan efek domino berupa kerusakan aset perusahaan.
“Apalagi pemadaman mendadak ini tanpa pemberitahuan. Imbasnya bukan hanya menghambat proses produksi, tetapi juga merusak bahan baku yang sedang diproses. Bahkan, hal ini bisa merusak mesin dan alat kerja di pabrik,” tegas Farid melalui keterangan tertulisnya, Rabu (24/06/26).
Farid menjelaskan, ketiadaan informasi dari PLN membuat para pengusaha tidak sempat melakukan langkah antisipasi. Bagi perusahaan besar yang memiliki generator set (genset) dengan kapasitas memadai, produksi mungkin masih bisa diselamatkan. Namun, pil pahit harus ditelan oleh pelaku usaha menengah ke bawah yang bergantung penuh pada pasokan listrik negara.
“Bagi pengusaha yang tidak punya genset, terpaksa menahan kemarahan. Semua aktivitas perusahaan lumpuh total dan berhenti, tetapi argo upah pekerja tetap harus dibayarkan secara penuh,” keluh Farid.
Terkait nominal kerugian finansial yang ditanggung sektor industri di Bekasi, pihak APINDO mengaku belum dapat merilis angka pasti. Hingga saat ini, mereka masih menghimpun data dan mengkalkulasi total kerugian dari para anggota.
“Walaupun saat ini belum ada laporan komprehensif terkait pelaku usaha yang mengalami pemadaman listrik bergilir dari PLN, pesan dan keluhan secara informal sudah banyak masuk kepada kami,” tambahnya.
Sebagai informasi, krisis pasokan listrik di wilayah Kota Bekasi dan sekitarnya telah terasa dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, pihak PLN sempat mengonfirmasi adanya pemadaman bergilir yang menyasar sejumlah titik.
Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah kawasan Rawalumbu, yang berada di bawah pengawasan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bantargebang. PLN menyebut pemadaman di area tersebut telah berlangsung secara bervariasi sejak pagi hari pada pekan lalu.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli