Berita Utama Bekasi Satu

Batalnya Konser Zephyer Kota Bekasi, Sistem Refund Tiket Bikin Emosi

20 July 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Batalnya acara musik Konser Zephyer Project Vol. 4 di kawasan Grand Kamala Lagoon, Kecamatan Bekasi Selatan pada Jumat (17/07/26) lalu, kini berbuntut panjang. Tidak hanya kecewa karena acara batal pada H-1 akibat masalah perizinan, ratusan penonton kini dibuat meradang oleh sistem pengembalian dana (refund) tiket yang dinilai amatiran.

Diketahui, pembatalan konser musik ini berakar dari kegagalan pihak promotor dalam mengantongi kelengkapan dokumen administratif dan izin keramaian dari pihak berwajib.

Guna meredam amarah penonton, pihak promotor sebelumnya telah berjanji akan mengembalikan dana tiket 100 persen paling lambat pada Selasa (21/07/26). Namun, niat tersebut justru memicu polemik baru. Tautan Google Form yang disediakan penyelenggara sebagai sarana refund ternyata bermasalah.

Sistem formulir digital tersebut menolak klaim tiket ganda, sehingga membatasi satu akun hanya untuk satu kali pendaftaran. Hal ini jelas merugikan penonton yang membeli tiket secara kolektif. Ironisnya lagi, sebelum batas waktu yang dijanjikan tiba, tautan pendaftaran tersebut ditutup secara sepihak.

“Min, kok cuma bisa satu kali? Gua masih punya lima tiket yang mau di-refund ini!” protes keras salah seorang pembeli tiket di kolom komentar media sosial penyelenggara, seraya melampirkan tangkapan layar penolakan dari sistem.

Dalam tangkapan layar para korban, sistem Google Form tersebut menampilkan pesan penolakan mutlak yang berbunyi: “Anda sudah menjawab. Anda hanya dapat mengisi formulir ini sekali.” Sementara bagi penonton yang baru mau mendaftar, mereka mendapati pesan: “Refund Tiket Zephyr Project Vol. 4. Formulir sudah tidak menerima jawaban lagi.”

Kekecewaan mendalam diungkapkan oleh para penonton yang merasa dipermainkan sejak awal. Pembatalan yang terkesan mendadak ini bahkan sempat membuat perwakilan massa nekat mendatangi kediaman promotor demi menuntut kejelasan nasib uang mereka.

“Kejadian ini ibarat kita antre makan. Saat kita tanya, ‘Bang, buburnya masih?’, dijawab ‘Masih!’, tapi pas giliran kita malah dibilang habis, tinggal kerupuknya aja,” keluh salah satu penonton di kawasan Grand Kamala Lagoon, Minggu (19/07/26).

Melalui keterangan resminya, pihak penyelenggara sempat menyampaikan permohonan maaf dan menawarkan opsi agar penonton tidak menarik dananya.“Bagi kalian yang memilih tetap setia menunggu kapal kita berlayar di bulan September, tiket Anda otomatis aman dan ada kejutan spesial,” tulis pihak promotor.

Namun, melihat carut-marutnya manajemen krisis yang ditunjukkan, mayoritas penonton menolak opsi tersebut dan menuntut hak mereka segera dikembalikan secara penuh dan transparan.

Insiden ini menjadi preseden buruk bagi industri hiburan di Kota Bekasi, sekaligus peringatan keras bagi para promotor agar lebih profesional dalam mengurus perizinan dan mengelola hak-hak konsumen.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: