Sebagai langkah mitigasi, BPBD Kota Bekasi telah memetakan wilayah rawan dan menyiapkan infrastruktur pendukung guna menjamin kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Bekasi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mulai memasang kuda-kuda menghadapi ancaman cuaca ekstrem. Fenomena kemarau panjang diperkirakan bakal melanda wilayah Kota Patriot mulai April 2026 ini, yang berpotensi memicu krisis air bersih di sejumlah titik.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD Kota Bekasi telah memetakan wilayah rawan dan menyiapkan infrastruktur pendukung guna menjamin kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Khalid, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan tiga sumur retensi sebagai sumber pasokan air cadangan.
Ketiga sumur ini ditempatkan di wilayah yang dinilai strategis untuk menjangkau area terdampak di Kota Bekasi.
“Ada tiga titik sumur retensi yang kami siapkan sebagai langkah antisipasi jika benar-benar terjadi musim kemarau panjang, yaitu di Bantargebang (Ciketing Udik), Jatiasih (Jatisari), dan Bekasi Utara (Marga Mulya),” tutur Idham, Senin (20/4/2026).
Selain mengandalkan sumur retensi, BPBD Kota Bekasi juga menyiagakan dua unit mobil tangki air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Armada ini nantinya akan bergerak secara dinamis menyambangi pemukiman warga yang melaporkan kesulitan air bersih.
Idham menambahkan, operasional distribusi air bersih ini tidak dilakukan sendirian. BPBD akan berkolaborasi dengan Perumda Tirta Patriot untuk memastikan suplai air yang didistribusikan layak konsumsi dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Kami sudah menyiapkan dua unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk mendistribusikan air bersih ke lokasi-lokasi yang membutuhkan jika kemarau berlangsung lama,” tegasnya.
Berdasarkan pantauan cuaca, potensi kekeringan tahun ini diprediksi akan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang.
BPBD mengimbau masyarakat untuk mulai bijak dalam menggunakan air bersih dan segera melapor jika wilayahnya mulai mengalami penurunan debit air yang signifikan.
Langkah antisipatif yang dilakukan sejak dini ini diharapkan mampu meminimalkan dampak sosial dan ekonomi akibat kekeringan, sehingga aktivitas sehari-hari warga Bekasi tidak terganggu meskipun cuaca ekstrem melanda.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Kabupaten Bekasi – Bagi warga Kabupaten Bekasi yang ingin mengurus perpanjangan SIM, Satlantas Polres Metro…
Kota Bekasi – Bagi warga Kota Bekasi yang ingin mengurus perpanjangan SIM, Satlantas Polres Metro…
Bekasi – Sebuah gerai laundry di Perumahan Villa Indah Permai (VIP), Kecamatan Bekasi Utara, menjadi…
Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi dilaporkan belum melunasi tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat…
Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mulai menunjukkan taji dalam menindak…
Bekasi – Kerusakan infrastruktur jalan hingga sarana pendidikan di Desa Karangmulya, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi,…
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari GoBekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli