Berita Utama GoBekasi

Dana Haji Rp 1 Miliar Raib, Warga Bekasi Mengaku Jadi Korban Investasi Bodong

11 June 2026 Administrator Desa

Dana tersebut ditanamkan dalam investasi pendanaan komoditas singkong yang ditawarkan oleh seorang pria berinisial M. Namun, sejak September 2025, keuntungan yang dijanjikan tidak lagi dibayarkan dan dana pokok yang diminta kembali juga belum diterima hingga kini.

Bekasi – Arief Prabowo, warga Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, mengaku kehilangan dana sebesar Rp 1,02 miliar yang sebagian besar berasal dari uang pesangon pensiun yang disiapkannya untuk mendaftar ibadah haji.

Dana tersebut ditanamkan dalam investasi pendanaan komoditas singkong yang ditawarkan oleh seorang pria berinisial M. Namun, sejak September 2025, keuntungan yang dijanjikan tidak lagi dibayarkan dan dana pokok yang diminta kembali juga belum diterima hingga kini.

“Sebenarnya itu dari hasil pesangon saya pensiun. Waktu September saya minta dikembalikan karena mau dipakai untuk naik haji, tapi sampai sekarang belum kembali,” kata Arief kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).

Arief mengaku mulai bergabung dalam investasi tersebut pada April 2024 dengan modal awal Rp 40 juta. Menurut dia, investasi itu menawarkan keuntungan dari pendanaan perdagangan komoditas hasil bumi, khususnya singkong.

Pada awal investasi, pembayaran keuntungan berjalan lancar. Arief bahkan sempat menerima keuntungan hingga Rp 23 juta per pekan. Kondisi itu membuatnya semakin yakin untuk menambah nilai investasinya.

“Sempat, terakhir saya menerima sekitar Rp 23 juta per minggu,” ujarnya.

Namun situasi berubah pada September 2025. Pembayaran keuntungan mulai terhenti dan dana yang telah ditanamkan tidak kunjung dikembalikan meski telah diminta berulang kali.

Arief mengaku sempat mengalami tekanan psikologis akibat kehilangan dana yang selama ini dipersiapkan untuk berangkat ke Tanah Suci.

“Dari September sampai Desember saya stres. Uang yang rencananya untuk naik haji malah hilang begitu saja,” katanya.

Ia mengaku tidak menyangka akan mengalami kerugian sebesar itu karena orang yang menawarkan investasi tersebut merupakan tetangganya sendiri yang telah dikenalnya selama hampir 29 tahun.

“Sudah 29 tahun jadi tetangga. Rumahnya juga hanya beberapa langkah dari rumah saya,” ujarnya.

Arief merupakan satu dari 12 warga Bekasi yang melaporkan dugaan investasi bodong tersebut ke Polres Metro Bekasi Kota. Para pelapor mengaku mengalami total kerugian sekitar Rp 7,1 miliar.

Mereka berharap dana yang telah diinvestasikan dapat kembali. Selain itu, para korban meminta aparat kepolisian mengusut tuntas dugaan tindak pidana tersebut.

Arief juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi, meskipun ditawarkan oleh orang yang sudah dikenal dekat.

“Kalau ada investasi yang terlalu menggiurkan harus hati-hati. Meskipun yang menawarkan tetangga atau saudara sendiri,” katanya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Bekasi — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi menggelar operasi sterilisasi dan menindak tegas kendaraan yang…

Kabupaten Bekasi – Bagi warga Kabupaten Bekasi yang ingin mengurus perpanjangan SIM, Satlantas Polres Metro…

Kota Bekasi – Bagi warga Kota Bekasi yang ingin mengurus perpanjangan SIM, Satlantas Polres Metro…

Bekasi — Setelah membuat resah warga selama tiga hari, seekor monyet ekor panjang akhirnya berhasil…

Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi menegaskan bahwa aturan pembatasan alokasi belanja pegawai maksimal sebesar 30…

Bekasi – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi, menegaskan…

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari GoBekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: