infobekasi.co.id – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, Saifuddin Siroj, menyampaikan bahwa Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 bukan hanya sekadar perayaan, melainkan momentum penting untuk merefleksi diri dan meningkatkan kualitas iman.
“Memasuki bulan Syawal, kita harus mampu saling memaafkan, menyadari bahwa tidak ada makhluk yang sempurna atau manusia yang superior, serta kembali ke jati diri kita,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu, 22/3/2026.
Menurutnya, Syawal menjadi bulan peningkatan takwa dan amal ibadah pasca-Ramadan, sekaligus momentum kembalinya manusia kepada fitrah kesucian. Oleh karena itu, arti “hari raya suci” dapat dirayakan dengan rasa syukur, silaturahmi, dan saling memaafkan.
“Banyak hal yang mungkin kita keliru, salah, atau khilaf. Kita juga sering lupa dan lalai. Atas dasar itu, kita harus sadari bahwa tidak ada yang sempurna sehingga perlu saling memaafkan dan mendukung,” jelasnya.
Saifuddin menekankan, bahwa nilai-nilai tersebut harus dibangun secara bertahap dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap, bulan puasa Ramadan dapat membentuk karakter umat muslim yang bijaksana dan jujur.
“Dengan nilai keagamaan, saling menghargai dan menghormati akan menciptakan kehidupan yang lebih nyaman. Semoga esensi ibadah puasa dengan nilai-nilai ketaqwaan dapat diterapkan sepanjang tahun mendatang,” pungkasnya.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli