Berita Utama Bekasi Satu

Imbas Harga Plastik Naik, Pengusaha Warteg Kota Bekasi Menjerit

16 April 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Imbas memanasnya geopolitik di Timur Tengah rupanya mulai mencekik urat nadi perekonomian rakyat kecil di Kota Bekasi. Kenaikan harga kantong plastik yang mencapai 60 persen memaksa para pelaku usaha kuliner, khususnya pengusaha Warung Tegal (Warteg), memutar otak agar bisa bertahan tanpa menaikkan harga jual makanan.

​Muhammad Saefudin, salah satu pemilik Warteg di Bekasi Selatan, mengungkapkan bahwa lonjakan harga kemasan ini sangat memberatkan biaya operasional harian.

​”Rata-rata kenaikan sekitar 60 persen. Seperti Plastik PE ukuran setengah kilo yang sebelumnya Rp9 ribu, sekarang melonjak jadi Rp16.500,” keluh Saefudin saat ditemui pada Rabu (15/4/26).

​Lebih lanjut, Saefudin menjelaskan adanya efek domino dari krisis ini. Bahan baku lain seperti sayur-mayur, ayam potong, hingga kertas nasi ikut merangkak naik di kisaran 10 persen. Mengingat omzet yang cenderung stagnan dalam dua bulan terakhir, menaikkan harga lauk bukanlah pilihan. Siasat penghematan kemasan pun terpaksa dilakukan.

​”Kalau biasanya ada pelanggan yang minta satu item lauk dibungkus satu plastik, sekarang saya siasati jadi satu. Misalnya, mi sama kentang itu langsung dicampur,” jelasnya. Menurut Saefudin, menaikkan harga jual meski hanya seribu rupiah sangat berisiko membuat pelanggan kabur.

​Jeritan para pedagang ini nyatanya telah sampai ke telinga pemerintah. Saat meninjau Pasar Baru Bekasi belum lama ini, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menerima langsung keluhan mengenai meroketnya harga plastik tersebut.

​Menanggapi hal ini, Rizal menyebut pemerintah tengah bergerak cepat mencari jalan keluar untuk mengamankan ketersediaan bahan baku di dalam negeri.

​”Pemerintah akan mencarikan solusi supaya segera dapat alternatif dukungan biji plastik dari luar (negeri), sehingga harga plastik bisa kembali normal,” ungkap Rizal.

​Sembari menunggu stabilnya harga, ia menyarankan pelaku usaha skala mikro untuk beradaptasi dengan menggunakan bahan pembungkus alternatif. “Kami sementara menyosialisasikan kepada pedagang-pedagang kecil, mungkin sebagai alternatif awal kita sarankan memanfaatkan kemasan kertas terlebih dahulu,” pungkasnya.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: