Berita Utama Info Bekasi

Ini Alasan Taiwan dan Hong Kong Jadi Tujuan  Pekerja Migran Indonesia

10 April 2026 Administrator Desa

Infobekasi.co.id – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menilai, negara Taiwan dan Hong Kong masih menjadi tujuan utama bagi para pekerja migran Indonesia (PMI) bekerja di luar negeri. Hubungan bilateral antar negara yang baik, serta tingginya permintaan tenaga kerja dari kedua wilayah tersebut.

“Kalau melihat data tiga tahun terakhir ini, memang dominasinya masih ke Taiwan dan Hong Kong,” ujar Wakil Menteri KP2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, saat berkunjung di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Kamis (9/4/2026). kemarin.

Menurutnya, penyerapan tenaga kerja di kedua wilayah ini mayoritas terserap pada sektor domestik. Mulai dari asisten rumah tangga, pengasuh anak, hingga perawat lansia.

“Rata-rata memang sektor domestik,” ungkap Dzulfikar.

KP2MI memiliki tantangan besar dalam hal pengawasan dan pendampingan, mulai dari persiapan calon PMI hingga praktik Lembaga Penyalur Kerja (LPK) dan lembaga pelatihan di dalam negeri.

Hal itu diutarakan Dzulfikar saat meninjau kegiatan pelatihan di PT Wihe Yeon Gyo Indonesia, sebuah lembaga pelatihan bahasa dan keterampilan yang berlokasi di Desa Jayasampurna, Serang Baru.

Ia menekankan, seluruh lembaga harus bergerak selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto, yaitu terintegrasi dan berbasis standar prosedur operasional yang jelas.

“Tadi saya lihat di sini pelatihan bahasanya ada, attitude dan skill dasar juga dilatih. Alhamdulillah, lulusan dari lembaga pelatihan  dinyatakan 100 persen terserap pasar kerja,” katanya.

Tantangan lainnya, masih kata Dzulfikar, memastikan calon PMI memenuhi syarat usia minimal 18 tahun dan memiliki kesiapan mental yang matang. Pasalnya, masa kontrak kerja di luar negeri biasanya berdurasi satu hingga tiga tahun, dan bisa diperpanjang berkali-kali hingga total mencapai lima tahun lebih, tergantung kebutuhan dan penilaian pemberi kerja.

“Biasanya satuan waktu rata-rata per tahun dan bisa diperpanjang. Ada yang mau perpanjang dua sampai lima kali perpanjangan, jadi rata-ratanya ada yang tiga dan ada yang lima tahun,” beber Dzulfikar.

Ia berharap, para PMI tidak hanya bekerja mencari nafkah, tetapi juga pulang membawa bekal ilmu dan pengalaman yang bisa bermanfaat bagi lingkungan dan generasi muda di Indonesia.

“Di luar negeri itu tidak berleha-leha, tapi bekerja keras. Nanti saat pulang ke dalam negeri, mereka bisa mentransformasikan pengalaman bekerjanya dan skill-nya ke generasi muda yang lain,” imbau Dzulfikar.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: