BEKASISATU, KOTA BEKASI — Titik terang mulai terlihat bagi para korban tragedi kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik PT Indogas Andalan Kita di Kelurahan Cimuning. Pihak pengelola dipastikan akan segera menindaklanjuti proses ganti rugi materiil yang ditaksir mencapai angka Rp7 miliar.
Kepastian tersebut diperoleh setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memfasilitasi mediasi dan merampungkan tahap verifikasi lapangan terhadap 41 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak insiden nahas pada Rabu (01/04/26) malam lalu.
Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, menegaskan bahwa pihaknya telah secara resmi mengajukan permohonan perbaikan rumah dan kompensasi warga kepada pihak SPBE maupun Pertamina.
”Ada dari kami, sudah jelas itu ya. Kita mohonkan, kemudian kami sudah rapat kemarin di tempatnya di Kopitarik. Saya, Camat, Lurah, kemudian pihak SPBE, dengan RW, RT, kita menyodorkan data sejumlah warga yang terdampak. Alhamdulillah, hari Minggunya pagi, itu telah di-rechecking ke bawah bersama,” ungkap Maka menjelaskan proses pengawalan data warga.
Dalam proses sinkronisasi dan pengecekan ulang (rechecking) di lapangan, draf usulan dari pihak kecamatan terbukti valid dan tidak mengalami perubahan. Seluruh warga yang diajukan masuk dalam kategori berhak menerima ganti rugi.
”Disinkronkan, ternyata Alhamdulillah hasilnya tetap sama. Pengajuannya memang 41 (KK), keluarnya juga sudah yang di-rechecking itu ada 41,” paparnya.
Terkait nominal kerugian materiil yang mencapai Rp7 miliar, Maka memastikan angka tersebut sudah disepakati bersama usai proses verifikasi lintas pihak. Saat ini, bola berada di tangan pengelola SPBE untuk mekanisme pencairannya.
”Sudah diverifikasi bersama, antara SPBE dengan pihak keluarga RT, RW, dan kami Kecamatan. Kemudian nanti, mereka berdiskusi dulu dengan pihak internalnya, kemudian nanti dikabari,” jelas Maka.
Sebagai informasi, kebakaran hebat yang melanda SPBE Cimuning tidak hanya meluluhlantakkan belasan bangunan rumah warga. Tragedi ini juga menelan korban jiwa dan puluhan korban luka yang harus mendapat perawatan intensif.
”Sampai hari ini jumlah korban mencapai 22 orang. Meninggal empat orang,” tutupnya merinci dampak fatal dari insiden tersebut.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli