Infobekasi.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memasang sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) berbasis teknologi sensor di sejumlah titik strategis sepanjang aliran Sungai Cileungsi, Cikeas, hingga Kali Bekasi. Langkah ini diambil untuk meningkatkan akurasi deteksi dan peringatan potensi banjir di Kota Bekasi.
Sistem ini dilengkapi dengan sensor pemantauan debit air dan sirine peringatan dini yang beroperasi secara otomatis. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan, teknologi EWS ini memiliki berbagai komponen canggih yang mampu memantau kondisi terkait potensi banjir secara real-time.
“Perangkat ini memiliki beberapa komponen; penakar hujan, penghitung debit dan kecepatan air, serta CCTV yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI) untuk membaca rambu ukur. Sistem ini juga terhubung dengan sirine dan peringatan dini yang dapat diterima masyarakat melalui aplikasi,” ujar Abdul Muhari usai meninjau sistem peringatan dini banjir di Bendung Prisdo, Kota Bekasi, Jumat kemarin.
Abdul menambahkan, bahwa EWS ini bekerja secara mandiri tanpa memerlukan pengoperasian manual. “Ini tidak lagi memerlukan operator karena sudah dikendalikan secara otomatis. Kami harapkan sistem ini bisa memberikan peringatan dini yang presisi,” ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengapresiasi langkah BNPB dalam upaya mitigasi bencana di daerahnya. Ia menilai sistem baru ini jauh lebih canggih dibandingkan dengan perangkat yang sebelumnya dimiliki pemerintah daerah.
“Dibandingkan dengan sistem yang sebelumnya dimiliki pemerintah daerah, EWS ini mampu membaca debit dan kecepatan air yang akan tiba, sehingga kita bisa bertindak dengan presisi, mulai dari setiap titik pemantauan hingga perkiraan waktu kedatangan banjir,” ujar Tri Adhianto.
Tri juga menegaskan, pihaknya telah menetapkan status siaga bencana sejak Oktober 2025 dan akan berlangsung hingga April 2026. “Karena hingga akhir April nanti, Pemerintah Kota Bekasi tetap menyiagakan semua pompa, pintu air, dan pasukan penanggulangan bencana, termasuk dalam menghadapi masa liburan Lebaran,” ucapnya.
Dengan adanya sistem EWS ini, diharapkan masyarakat dan pihak berwenang dapat lebih cepat merespons potensi bencana banjir, sehingga risiko kerugian dan dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli