Kegiatan ini dipusatkan di tiga lokasi strategis, yakni Kantor Desa Karangasih (Cikarang Utara), Kantor Desa Kedungwaringin, dan Kantor Desa Bojongmangu.
Bekasi – Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi bergerak serentak melakukan intervensi gizi guna menekan angka stunting.
Melalui program SIAP BUGARKAN (Strategi Intervensi Inklusif Aksi Peningkatan Konsumsi Ikan melalui Budaya Gemar Makan Ikan), pemerintah menyasar ratusan warga di tiga kecamatan sekaligus, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan ini dipusatkan di tiga lokasi strategis, yakni Kantor Desa Karangasih (Cikarang Utara), Kantor Desa Kedungwaringin, dan Kantor Desa Bojongmangu.
Kepala Bidang Penguatan Daya Saing Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Wahyudin, menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan protein hewani bagi kelompok yang paling membutuhkan.
Sebanyak 300 peserta—masing-masing 100 orang per desa—menjadi sasaran utama.
Mereka terdiri dari balita dan anak-anak, ibu hamil dan menyusui dan remaja calon pengantin.
“Setiap peserta menerima 2 kilogram ikan segar jenis nila dan kembung. Ini adalah langkah konkret intervensi gizi langsung untuk mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah stunting,” jelas Wahyudin saat memantau distribusi di Cikarang Utara.
Upaya pendorongan konsumsi ikan ini bukan tanpa alasan. Wahyudin mengungkapkan bahwa tingkat konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Bekasi terus menunjukkan tren positif.
“Produksi ikan kita cukup besar. Di tahun 2025, tingkat konsumsi ikan masyarakat berada di angka 24,12 kilogram per kapita per tahun, naik 11,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Kami terus dorong agar angka ini semakin mendekati target nasional,” tambahnya.
Tak sekadar bagi-bagi ikan, warga juga mendapatkan sosialisasi mendalam mengenai manfaat gizi ikan sebagai sumber protein hewani yang murah namun berkualitas tinggi.
Agar bantuan tepat sasaran, proses distribusi dilakukan secara menyeluruh dengan pengawasan ketat dari kader Posyandu dan Dinas Perikanan. Acara ini juga didukung oleh perwakilan Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, unsur TNI-Polri, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas setempat.
“Ke depan, kami berharap gerakan gemar makan ikan ini menjadi budaya berkelanjutan di tengah masyarakat Kabupaten Bekasi, sehingga anak-anak kita tumbuh sehat dan bebas stunting,” tutupnya.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Bekasi – Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi mulai memasang kuda-kuda menghadapi musim kemarau tahun ini. Langkah…
Bekasi – Sekolah-sekolah kini tengah mematangkan persiapan para atlet terbaiknya untuk berlaga di ajang bergengsi…
Bekasi – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kota Bekasi…
Bekasi – Sebanyak 3.195 jemaah dijadwalkan bertolak menuju Tanah Suci secara bertahap, terhitung mulai hari…
Bekasi – Warga Bekasi yang bermukim di bantaran sungai kembali harus bersiaga. Debit air Kali…
Bekasi — Ghathafan Raziki Yulamlam atau Avan (16), remaja asal Depok, menjadi jemaah haji termuda…
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari GoBekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli