Berita Utama Info Bekasi

Mobil Honda Accord 1982, Saksi Bisu Perjuangan Dakwah KH. Noer Alie di Bekasi

30 March 2026 Administrator Desa

Infobekasi.co.id – Mobil Honda Accord Executive tahun 1982 yang pernah digunakan Almaghfurlah KH. Noer Alie, Ulama, Pejuang, dan Pahlawan Nasional RI, untuk berdakwah dan kegiatan bermasyarakat sejak tahun 1983 hingga tutup usia, dipajang dalam acara Silaturahim Nasional (Silatnas) Abituren Attaqwa, Minggu (29/3), di Plaza Mesjid Attaqwa, tepat di depan Aula Ponpes Attaqwa Putera, Ujungharapan, Kabupaten Bekasi.

Honda Accord Executive 1982 merupakan salah satu varian mewah dari generasi kedua Honda Accord yang diproduksi antara tahun 1981 hingga 1985. Pada masanya, mobil ini dikenal dengan desain yang elegan, performa mesin yang handal, serta kabin yang nyaman, menjadi pilihan para pejabat, dan berbagai kalangan tokoh, termasuk KH. Noer Alie.

Mobil dengan nomor polisi B 1945 HT yang terlihat sudah uzur usianya dipajang di halaman Ponpes Attaqwa Putra. Ini menjadi bukti nilai sejarah, kendaraan ini sebagai saksi bisu perjalanan dakwah KH Noer Alie di Bekasi.

Selain mobil legendaris tersebut, deretan galeri foto KH. Noer Alie, bersama para sesepuh pendiri Yayasan Attaqwa. Koleksi ini mencakup berbagai foto penting dari masa ke masa, tentang sosok KH Noer Alie hingga tutup usia.

Sekedar informasi, KH. Noer Alie lahir tahun 1914 di Ujung Malang (sekarang Ujungharapan), Babelan, Bekasi, dari pasangan Anwar bin Layu dan Maimunah binti Tarbin. Ia wafat pada 29 Januari 1992 pada usia 78 tahun dan dikenal dengan julukan, “Singa Karawang-Bekasi”, merupakan salah satu ulama Betawi Bekasi yang diangkat sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia pada  tahun 2006.

Ia mulai belajar mengaji pada usia 8 tahun, kemudian memperdalam ilmu agama kepada Guru Mughni di Ujung Malang dan KH Marzuki di Cipinang Muara. Tahun 1934, dirinya berangkat ke Makkah menimba ilmu kepada para syekh ternama seperti Syaikh Ali Al Maliki, Syaikh Umar Hamdan, dan Syaikh Ahmad Fatoni.

Dalam perjuangan kemerdekaan, KH. Noer Alie mendirikan madrasah pada tahun 1940, kemudian berkembang menjadi Pondok Pesantren Attaqwa, tempat menimba ilmu pendidikan berbasis agama. Bersama Abu Gozali, KH. Noer Alie membentuk Laskar Hizbullah-Sabilillah Bekasi tahun 1945. Sekitar 23 aksi gerilya tahun 1945-1949 digencarkan oleh-nya, antara lain pertempuran di jembatan Kali Sasak Kapuk Pondok Ungu Bekasi, menghambat pergerakan pasukan Belanda selama 3 hari.

Pasca-kemerdekaan, madrasahnya diresmikan sebagai Yayasan P3 (Pembangunan, Pemeliharaan dan Pertolongan Islam) tahun 1956 dan berganti nama menjadi Ponpes Attaqwa tahun 1986, dengan kurikulum yang menggabungkan ilmu agama dan umum.

Sebagai ulama Betawi, Ia mampu menjembatani berbagai kelompok masyarakat yang heterogen, memperjuangkan keadilan sosial, serta menyebarkan dakwah ke berbagai kampung, majelis yang ada di wilayah Bekasi

Editor : Dede Rosyadi

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: