Berita Utama Bekasi Satu

MPLS Kota Bekasi Tegas Tanpa Bullying, 3 SMP Negeri Malah Sepi Siswa

13 July 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI — Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Pendidikan (Disdik) resmi memulai tahapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 untuk jenjang SD dan SMP secara serentak pada Senin (13/07/26). Pelaksanaan orientasi tahun ini diiringi dengan peringatan keras larangan segala bentuk perundungan (bullying) dan perpeloncoan.

Disdik mewajibkan seluruh sekolah untuk mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan ramah anak sesuai instruksi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Selain itu, orang tua siswa diimbau turut mengantar dan mendampingi putra-putrinya di hari pertama guna memberikan rasa aman.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Bekasi, Chondro Wibowo, menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi tindak kekerasan mental maupun fisik dalam proses adaptasi peserta didik baru.

“Saya sudah perintahkan kepada Kepala Sekolah secara imbauan agar pelaksanaan MPLS tidak diwarnai tindakan yang dapat membuat peserta didik baru merasa tertekan maupun tidak nyaman saat memasuki lingkungan sekolah,” tegas Bowo dikutip Minggu (13/07/26)

Sinkronisasi Data SPMB

Peserta didik yang mengikuti MPLS hari ini merupakan mereka yang telah berhasil melewati ketatnya seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Disdik Kota Bekasi secara resmi telah menutup rangkaian pendaftaran SPMB Tahap 2 pada 8 Juli 2026 lalu.

Saat ini, pihak dinas tengah mengebut proses sinkronisasi data untuk menentukan hasil akhir jumlah siswa yang diterima di sekolah negeri.

“Saat ini kami sedang melakukan sinkronisasi data. Baik dari pendaftaran dari Tahap 1 maupun Tahap 2, untuk mengetahui secara pasti berkaitan dengan jumlah anak yang diterima di sekolah SD dan SMP Negeri di Kota Bekasi,” jelas Bowo.

Proses sinkronisasi ini sangat krusial mengingat tingginya jumlah pendaftar. Tercatat ada lebih dari 34 ribu lulusan SD tahun ini, sementara total daya tampung SMP Negeri se-Kota Bekasi hanya berkisar 18.957 kursi. Sebanyak 7.000 calon siswa yang gagal di Tahap 1 bahkan harus kembali bersaing ketat memperebutkan sisa kuota di Tahap 2.

Ironi Sekolah Sepi Peminat

Menariknya, di tengah persaingan puluhan ribu siswa memperebutkan bangku sekolah negeri, Disdik justru menemukan sebuah anomali. Beberapa sekolah justru dilaporkan kekurangan siswa dan kuotanya belum terpenuhi secara maksimal.

Kekosongan bangku tersebut mayoritas terjadi di SMP Negeri 31, SMP Negeri 43, dan SMP Negeri 58. Bowo menilai fenomena ini terjadi karena kecenderungan orang tua yang lebih memilih sekolah-sekolah yang dianggap unggulan atau berada di pusat kota.

“Yang di mana belum terpenuhi sepenuhnya secara kuota siswa SMP Negeri, lantaran sepi peminat bagi para orang tua calon peserta didik yang melakukan proses pendaftaran di beberapa sekolah yang dimaksud,” pungkas Bowo.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: