BEKASISATU, KOTA BEKASI — Merasa jerih payahnya tak dihargai, puluhan anggota Pelindungan Masyarakat (Linmas) se-Kota Bekasi menggeruduk Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi pada Senin (04/05/26).
Aksi unjuk rasa ini didorong oleh dua tuntutan utama: perbaikan kesejahteraan dan desakan permintaan maaf secara terbuka dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Nesan Sujana.
Dalam aksinya, para garda terdepan keamanan lingkungan ini mengeluhkan beban kerja yang berbanding terbalik dengan isi kantong. Mereka diwajibkan bersiaga menjaga keamanan wilayah hingga 12 jam sehari, namun kompensasi yang diterima jauh dari kata layak.
“Linmas itu bekerja siang dan malam, menjaga kelurahan dan patroli wilayah. Tapi dengan upah sekitar Rp1 juta per bulan, itu tidak cukup untuk kebutuhan hidup,” keluh Edi, salah satu perwakilan Linmas dalam orasinya di depan Gedung Pemkot Bekasi.
Situasi ekonomi yang mencekik tersebut justru diperparah oleh pernyataan dari Kasat Pol PP yang dinilai menyakiti hati para anggota Linmas. Menurut massa aksi, petinggi yang seharusnya mengayomi itu justru melontarkan kalimat yang merendahkan dan tak berempati pada nasib bawahan.
Edi dengan lantang menyuarakan rasa kecewanya dan meminta agar arogansi birokrasi semacam itu segera dihentikan.“Kami datang ke sini untuk meminta Pak Kasat meminta maaf dan tidak mengulangi lagi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Edi mengingatkan para pemangku kebijakan bahwa stabilitas dan kondusivitas lingkungan Kota Bekasi selama 24 jam tidak lepas dari keringat para petugas Linmas di lapangan.
“Saya mohon tolong jangan ulangi lagi seperti itu. Kami ini rakyat kecil, orang lemah,” tuturnya mewakili puluhan rekannya.
Hingga berita ini diterbitkan, aksi solidaritas berseragam hijau ini belum mendapat respons. Belum ada perwakilan resmi dari pihak Pemkot Bekasi maupun Kasat Pol PP yang keluar menemui massa untuk memberikan klarifikasi terkait tuntutan tersebut.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli