BEKASISATU, KOTA BEKASI – Tragedi memilukan yang merenggut empat belas nyawa di perlintasan sebidang Bekasi Timur akhirnya memicu langkah konkret dari pucuk pimpinan tertinggi negara. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan tidak ingin ada lagi “jalur maut” yang mengancam keselamatan warga dengan memberikan lampu hijau pembangunan flyover di kawasan Ampera.
Keputusan krusial ini diambil Presiden usai menjenguk para korban luka di RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid, Selasa (28/04/26). Prabowo menilai, kondisi lalu lintas dan intensitas perjalanan kereta di Bekasi sudah mencapai titik jenuh yang sangat membahayakan.
“Bekasi telah mengajukan dibuat flyover karena Bekasi ini juga padat ya, dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat mendesak. Jadi, saya sudah setujui segera dibangun flyover,” tegas Presiden Prabowo di hadapan awak media.
Potong Jalur Birokrasi Melalui Banpres
Menyadari tingginya tingkat urgensi, Presiden menempuh langkah tidak biasa. Proyek strategis ini dipastikan tidak akan tersendat prosedur birokrasi anggaran yang panjang. Prabowo menginstruksikan agar pendanaan pembangunan jembatan layang tersebut langsung dikawal oleh pemerintah pusat.
Saat ditanya mengenai sumber pendanaan, Presiden memberikan jawaban singkat namun memberikan kepastian penuh bagi warga Bekasi.“Langsung oleh bantuan presiden (Banpres),” ujarnya singkat sembari menekankan bahwa percepatan proyek tersebut.
Kronologi Tragedi yang Mengguncang
Urgensi pembangunan flyover ini menjadi kian nyata jika menilik horor yang terjadi pada Senin (27/04/26) malam. Sebuah insiden berantai dimulai ketika satu unit taksi listrik mengalami mati mesin tepat di atas perlintasan sebidang Stasiun Bekasi Timur.
Nahas, kereta KRL yang melaju tidak sempat menghindar hingga terjadi tabrakan yang membuat rangkaian KRL terhenti di jalur. Tak lama berselang, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju kencang menghantam bagian belakang KRL yang sedang berhenti tersebut.Benturan hebat ini mengakibatkan kerusakan parah dan menjatuhkan puluhan korban jiwa serta luka-luka.
Solusi Rp200 Miliar yang Dinantikan
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, sebelumnya telah berulang kali menyuarakan urgensi bantuan pusat senilai Rp200 miliar untuk membangun grade separation atau pemisahan jalur di titik-titik rawan. Kepadatan penduduk Bekasi dan frekuensi perjalanan kereta yang sangat tinggi menjadikan perlintasan sebidang sebagai “bom waktu”.
Dengan restu langsung dari Presiden, pembangunan flyover ini diharapkan menjadi titik balik transformasi keamanan transportasi di wilayah penyangga Jakarta. Selain memangkas kemacetan akut di Jalan Ampera, proyek ini menjadi jaminan keselamatan bagi ribuan nyawa yang melintas setiap harinya.
Hingga saat ini, pemerintah daerah masih fokus pada penanganan puluhan korban luka dan percepatan normalisasi jalur kereta api yang sempat lumpuh total akibat insiden tersebut. Pengerjaan flyover diharapkan bisa dimulai dalam waktu dekat sebagai jawaban atas duka mendalam warga Bekasi.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli