Infobekasi.co.id – Suasana khas budaya Betawi mewarnai perayaan hari raya Kenaikan Yesus Kristus di Gereja Katolik Santo Servatius, kawasan Kampung Sawah, Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, pada Kamis, 14 Mei 2026. Keunikan ini tampak dari penampilan para panitia dan umat kompak mengenakan pakaian adat setempat saat mengikuti ibadah.
Para pria tampak rapi mengenakan baju koko, celana panjang, lengkap dengan selempang dari kain sarung dan peci hitam. Sementara itu, kaum perempuan tampil anggun dalam balutan kebaya dan selendang. Paduan busana ini menjadi pemandangan khas selalu ditampilkan dalam setiap perayaan besar di gereja tersebut sebagai wujud penghormatan terhadap identitas budaya daerah Bekasi.
Ketua Paroki Gereja Santo Servatius, Romo Yohanes, menjelaskan, mengenakan pakaian bernuansa Betawi ini dipakai lantaran Kampung Sawah merupakan mayoritas pemukiman masyarakat asli Betawi.
“Kita angkat nuansa Betawi ini sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya leluhur di sini. Nilai-nilai seperti gotong royong dan kebersamaan atau ngeriung selalu kita junjung tinggi dan kami wujudkan juga lewat cara berpakaian saat ibadah besar,” ujar Romo Yohanes saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, pemakain baju adat ini bukan sekadar seremonial, melainkan sudah menjadi bagian dari identitas peribadatan umat di sana. Hal ini terlihat dari kebiasaan mengenakan pakaian pangsi atau busana adat serupa dalam setiap misa besar maupun kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat luas.
Lebih jauh, Romo Yohanes menyampaikan bahwa perayaan Kenaikan Yesus Kristus memiliki makna mendalam bagi umat, yaitu untuk mempertebal iman sekaligus menjaga dan mempererat kerukunan antarwarga.
“Perayaan ini adalah ungkapan iman kita akan Yesus yang mulia di surga. Namun maknanya juga harus tercermin di bumi, yaitu bagaimana kita hidup berdampingan, saling menghargai, dan menjaga persaudaraan sesama anak bangsa,” tuturnya.
Kampung Sawah sendiri dikenal luas sebagai kawasan percontohan kerukunan hidup beragama. Toleransi yang tumbuh kental di wilayah ini ditandai dengan keberadaan apa yang dikenal sebagai “Segitiga Emas”. Di kawasan seluas kurang lebih 100 meter itu, berdiri berjejak tiga tempat ibadah besar, yaitu Masjid Agung Al-Jauhar Fisabilillah, Gereja Kristen Pasundan (GKP), dan Gereja Katolik Santo Servatius.
“Jaraknya sangat dekat, hanya sekitar 50 hingga 100 meter. Ini bukti nyata kepedulian dan persaudaraan kita. Semoga lewat perayaan ini, kerukunan yang sudah terjalin lama di Kampung Sawah semakin kokoh dan menjadi teladan,” pungkasnya.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli