Berita Utama Bekasi Satu

PDAM Mati Total, Warga Bekasi Timur Krisis Air

28 June 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI — Gangguan pasokan air bersih dari Perumda Tirta Bhagasasi melumpuhkan sebagian aktivitas warga di wilayah Bekasi Timur selama dua hari terakhir. Di tengah krisis air ini, semangat gotong royong antarwarga menjadi satu-satunya penyelamat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Kondisi ini salah satunya dirasakan oleh warga RT 008 RW 014, Perumahan Margahayu Jaya, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur. Lantaran mayoritas warga sangat bergantung pada layanan air perpipaan (PDAM), matinya keran air membuat mereka harus mencari alternatif darurat untuk mandi, mencuci, dan memasak.

Febri, salah satu warga setempat, mengaku keluarganya sudah tidak mendapatkan pasokan air sejak akhir pekan. Untuk bertahan, ia terpaksa menumpang kebutuhan air dari tetangganya yang memiliki sumber air cadangan.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu karena masih ada tetangga yang sumber airnya mengalir. Jadi, kami tidak perlu memanggul air dari tempat yang jauh. Di lingkungan ini warga saling bantu karena hampir semuanya memang mengandalkan air PDAM,” ujar Febri kepada wartawan, Minggu (28/06/26).

Meski semangat berbagi antartetangga sangat membantu, Febri tidak menampik bahwa ritme kehidupan warga tetap terganggu. Ia berharap pasokan air bisa segera normal kembali.

Berdasarkan informasi resmi dari Perumda Tirta Bhagasasi, matinya aliran air ini bukan tanpa sebab. Saat ini, pihak perusahaan tengah melakukan pekerjaan pemeliharaan pompa distribusi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cabang Bekasi Kota. Pekerjaan teknis ini telah berlangsung sejak Sabtu (27/06/26) pagi, tepatnya pukul 07.10 WIB.

Imbas dari pemeliharaan tersebut berdampak langsung pada terhentinya distribusi air di seluruh cakupan wilayah pelayanan Cabang Bekasi Kota.Menyikapi keluhan pelanggan, manajemen Perumda Tirta Bhagasasi telah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Pihak perusahaan juga mengimbau warga yang daerahnya masih mendapat aliran kecil untuk mulai menampung air.

Sebagai solusi jangka pendek, Perumda Tirta Bhagasasi membuka layanan bantuan air bersih. Warga yang terdampak krisis air dapat berkoordinasi dengan pengurus RT atau RW setempat untuk mengajukan pengiriman pasokan air bersih menggunakan armada mobil tangki melalui layanan pengaduan resmi.

Hingga proses normalisasi pompa selesai, kepedulian antartetangga di Bekasi Timur terbukti mampu menjaga roda aktivitas warga tetap berjalan di tengah krisis air.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: