Berita Utama Bekasi Satu

Skandal Tip-Ex BAST Aset, Dirum Coreng Tirta Bhagasasi di Kota Bekasi

23 July 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI — Proses sejarah pemisahan aset air bersih antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang baru saja tuntas, kini justru diwarnai insiden memalukan. Direktur Umum (Dirum) Perumda Tirta Bhagasasi, Daud Husni, digeruduk oleh jajarannya sendiri.

Hal ini bukan tanpa sebab, Dirum Tirta Bhagasasi sudah mengecewakan pegawainya hingga diduga melakukan pelecehan tata kelola administrasi dengan menghapus (Tip-Ex) parafnya di dokumen resmi Berita Acara Serah Terima (BAST) aset ke Kota Bekasi beberapa waktu lalu.

Tindakan kontroversial tersebut memicu gejolak internal yang masif. Pada Selasa (21/07/26) pagi, ratusan pegawai Tirta Bhagasasi secara kompak membentangkan spanduk mosi tidak percaya berukuran raksasa di halaman kantor pusat perusahaan di Cikarang.

“Mosi Tidak Percaya Atas Kepemimpinan Bapak Daud Husni, S.HI Selaku Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi,” demikian bunyi tuntutan tegas yang tertulis dalam bentangan spanduk merah tersebut.

Merespon hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) menegaskan akan mengambil langkah investigatif terhadap sang Dirum.

“Saya akan melakukan evaluasi kepada yang bersangkutan dengan berpedoman pada hasil kajian yang saat ini sedang disusun secara komprehensif oleh Dewan Pengawas (Dewas),” tegas Asep, Selasa (21/07/26).

Di sisi lain, momentum penyerahan aset ini sebetulnya menjadi tonggak penting bagi Pemkot Bekasi. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang memimpin langsung penandatanganan BAST di Pendopo Wali Kota pada Senin (20/7/2026), menekankan bahwa birokrasi layanan air kini dipangkas murni menjadi business to business.

“Hari ini penyerahan secara keseluruhan apa yang disesuaikan dengan perjanjian. Ini menjadi satu model bagaimana proses itu berjalan dengan baik dan lancar dari sisi administrasi maupun teknis. Hari ini tuntas,” papar Tri Adhianto.

Meski kantor pusat tengah diguncang badai protes, manajemen melalui Humas Perumda Tirta Bhagasasi memastikan bahwa gejolak ini tidak akan mengorbankan masyarakat.

Aksi pembentangan spanduk dihargai sebagai dinamika berpendapat karyawan yang akan disikapi proporsional.

“Seluruh layanan kepada pelanggan, baik pelayanan administrasi maupun operasional distribusi air bersih ke rumah-rumah, kami pastikan tetap berjalan normal sebagaimana mestinya,” tulis manajemen dalam rilis resminya.

Langkah yang dilakukan Dirum Tirta Bhagasasi Daud Husin tersebut dianggap membahayakan legalitas kesepakatan dua pemerintahan daerah (Good Corporate Governance) sekaligus mencederai kredibilitas perusahaan.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: