BEKASISATU, KOTA BEKASI – Merosotnya nilai Kota Layak Anak (KLA) di Kota Bekasi menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Penghargaan tersebut dinilai mulai kehilangan makna jika tidak dibarengi dengan langkah nyata dalam melindungi dan memenuhi hak-hak anak di wilayah kawasan penyangga metropolitan ini.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia, merespons tajam tren negatif tersebut. Ia menilai, menurunnya pencapaian KLA bukanlah sekadar angka di atas kertas, melainkan indikasi nyata adanya kelemahan dalam sistem pemenuhan hak anak di Kota Patriot.
“Kita tidak boleh hanya mengejar predikat, tetapi substansi. Kota Ramah Anak harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama oleh anak-anak itu sendiri,” tegas Adelia di Bekasi, Kamis (23/04/26).
Adelia menyoroti sejumlah isu krusial yang menuntut penanganan mendesak. Menurutnya, pemerintah kota harus segera menuntaskan persoalan mendasar seperti pemerataan akses pendidikan, penciptaan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan, hingga ketersediaan fasilitas bermain publik yang terjamin keamanannya.
Lebih jauh, politisi ini mengingatkan bahwa beban perlindungan anak tidak bisa hanya dipikul oleh satu instansi atau dinas tertentu. Dibutuhkan sinergi lintas sektoral secara keroyokan yang melibatkan unsur pemerintah, sekolah, lingkungan sosial, hingga para pelaku dunia usaha.
“Anak-anak adalah investasi masa depan Kota Bekasi. Jika hari ini kita lalai menyediakan ruang yang aman dan sehat bagi mereka, maka kita sedang mempertaruhkan masa depan kota ini sendiri,” ungkapnya
Sebagai langkah konkret atas evaluasi ini, Komisi IV DPRD Kota Bekasi berkomitmen untuk mengawal ketat kebijakan dan program kerja dari dinas-dinas terkait. Adelia memastikan, pihaknya akan mendorong optimalisasi anggaran daerah agar lebih berpihak pada program perlindungan perempuan dan anak serta penyediaan fasilitas publik yang inklusif.
Melalui momentum turunnya nilai KLA ini, DPRD berharap Pemkot Bekasi berhenti menjadikan penghargaan tahunan sebagai tujuan akhir. Fokus utama harus segera dialihkan pada penciptaan ekosistem kota yang benar-benar layak dan aman bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli