Bekasi — Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, menyelamatkan dan memulangkan seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun yang ditemukan terlantar dan kebingungan di pinggir jalan kawasan Tarumajaya.
Ironisnya, bocah malang tersebut dilaporkan warga sudah tiga hari luntang-lantung tanpa arah.
Penyelamatan ini bermula pada Minggu (14/6/2026), saat anggota polisi yang sedang berpatroli mengendus gelagat mencurigakan dari seorang anak kecil yang tampak linglung di bahu jalan.
Saat pertama kali dihampiri korps berseragam cokelat, sang anak sempat didera rasa takut dan enggan bersuara.
Namun, lewat pendekatan persuasif dan dialog yang sabar, benteng ketakutan bocah tersebut runtuh.
Ia akhirnya mengaku terpisah dari keluarganya dan berasal dari kawasan Cilodong, Kota Depok—wilayah yang jaraknya puluhan kilometer dari lokasi ia ditemukan.
Mendapat petunjuk berharga, Polsek Tarumajaya bergerak cepat memotong jalur birokrasi dengan langsung berkoordinasi dengan jajaran kepolisian resor di wilayah hukum Kota Depok guna melacak laporan anak hilang.
Tak butuh waktu lama, peta domisili dan alamat lengkap orang tua bocah tersebut berhasil dikantongi.
“Kami antarkan anak usia sembilan tahun yang ditemukan terlantar dan diduga tersesat ini untuk dipulangkan langsung ke keluarganya di Depok,” ujar Kapolsek Tarumajaya AKP I Gede Bagus Ariska Sudana kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).
Demi menjamin keamanan dan keselamatan sepanjang jalur lintas kota, aparat Polsek Tarumajaya memilih tidak melepas anak tersebut begitu saja, melainkan mengawalnya menggunakan kendaraan dinas hingga ke depan pintu rumah orang tuanya di Depok.
Begitu mobil petugas berhenti dan sang anak turun, suasana haru biru langsung pecah. Isak tangis dari pihak keluarga yang sempat dirundung kecemasan mendalam selama berhari-hari menyambut kepulangan bocah sembilan tahun itu.
Ariska Sudana menegaskan, aksi respons cepat ini merupakan manifestasi dari tugas pokok kepolisian yang tidak melulu soal penegakan hukum, melainkan juga fungsi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak.
“Kami memastikan anak tersebut kembali dengan aman ke pelukan keluarganya,” tuturnya.
Meski sang anak telah berkumpul kembali dengan keluarga besarnya, kasus ini tidak serta-merta ditutup oleh korps kepolisian.
Polisi menilai ada kejanggalan emosional dan logistik bagaimana seorang anak berusia di bawah umur bisa menyeberangi sekian banyak batas kota dari Depok hingga terdampar di pesisir Tarumajaya, Bekasi.
“Kami tetap melanjutkan penyelidikan untuk mendalami penyebab pasti mengapa bocah itu bisa hilang dan terlantar sampai jauh ke wilayah Tarumajaya,” tegas Ariska.
Berkaca dari insiden ini, Kapolsek memperingatan bagi para orang tua untuk melipatgandakan pengawasan terhadap aktivitas buah hati mereka, terutama saat bermain di luar pekarangan rumah demi memutus potensi anak hilang atau menjadi korban kejahatan jalanan.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Bekasi — Korps Brigade Mobil (Brimob) Polda Metro Jaya mengagalkan rencana aksi tawuran puluhan remaja…
Bekasi — Lautan manusia berpakaian putih menyelimuti jalan-jalan protokol Kota Bekasi pada Senin (15/6/2026) sore….
Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Komunikasi Pondok Pesantren, serta…
Bekasi – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Bekasi menggelar aksi demonstrasi di…
Bekasi — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kota dan…
Kabupaten Bekasi – Bagi warga Kabupaten Bekasi yang ingin mengurus perpanjangan SIM, Satlantas Polres Metro…
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari GoBekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli