Upaya penyelamatan yang berjalan lebih dari delapan jam tersebut diwarnai suasana mencekam saat petugas kembali mengeluarkan tiga kantong jenazah tambahan dari lokasi kejadian.
Bekasi – Proses evakuasi korban tragedi kecelakaan beruntun di Stasiun Bekasi Timur masih terus berlangsung hingga Selasa (28/4/2026) pagi.
Upaya penyelamatan yang berjalan lebih dari delapan jam tersebut diwarnai suasana mencekam saat petugas kembali mengeluarkan tiga kantong jenazah tambahan dari lokasi kejadian.
Berdasarkan pantauan langsung di Stasiun Bekasi Timur pada pukul 07.43 WIB, petugas gabungan tampak menggotong satu kantong jenazah menuju gerbang keluar stasiun.
Tak berselang lama, tepatnya pukul 07.50 WIB, dua kantong jenazah lainnya menyusul dievakuasi dan langsung dilarikan menggunakan ambulans yang bersiaga di lokasi.
Angka fatalitas dalam insiden mengerikan ini dipastikan bertambah. Jika pada malam kejadian dilaporkan empat orang meninggal dunia, data terbaru pagi ini mencatat total tujuh orang penumpang dinyatakan meninggal dunia.
“Jumlah korban hingga pagi ini, meninggal tujuh orang dan luka-luka sebanyak 81 orang yang kini dalam perawatan intensif,” ungkap Dirut KAI Bobby Rasyidin kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Ia menambahkan bahwa proses evakuasi memakan waktu lama karena tim harus bergerak ekstra hati-hati di tengah puing rangkaian kereta yang ringsek.
“Evakuasi ini sudah berjalan kurang lebih delapan jam dan kita lakukan sangat hati-hati sekali,” tuturnya.
Potongan video yang diterima Redaksi Gobekasi.id menggambarkan betapa mencekamnya situasi sesaat setelah benturan keras terjadi.
Dalam kegelapan total akibat matinya aliran listrik di rangkaian KRL, suara teriakan histeris penumpang pecah di tengah kepanikan.
Aksi heroik sempat terekam kamera saat sesama penumpang bahu-membahu mengevakuasi korban yang tergeletak di area peron.
Banyak penumpang terlihat syok, terduduk lemas dengan luka di bagian kepala, berusaha melakukan pertolongan pertama secara mandiri di tengah kepulan debu dan puing.
Hingga pukul 08.00 WIB, rangkaian KRL Commuter Line yang dihantam KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek tersebut masih tertahan di sisi peron dengan kondisi lampu padam total.
Operasi besar-besaran yang melibatkan Basarnas, TNI-Polri, BPBD, dan tim medis ini menjadi fokus utama pagi ini untuk memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di dalam gerbong, sembari menunggu proses pembersihan jalur agar operasional kereta bisa segera dipulihkan.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Bekasi – Kabar duka kembali menyelimuti proses penanganan pasca-kecelakaan maut antara KRL Commuter Line dan…
Bekasi – Pasca tragedi kecelakaan hebat antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek, PT Kereta…
Bekasi – Presiden RI Prabowo Subianto memberikan jawaban konkret atas tragedi kecelakaan maut yang melibatkan…
Bekasi – Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan mendadak ke RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid…
Bekasi – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) bergerak cepat merespons lumpuhnya layanan KAI Commuter lintas Cikarang-Bekasi…
Bekasi – Pasca tragedi maut yang melibatkan taksi listrik VinFast, KRL, dan KA Argo Bromo…
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari GoBekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli