BEKASISATU, KOTA BEKASI – Tingginya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H memunculkan tantangan baru bagi arus lalu lintas di Kota Patriot. Pertemuan antara jutaan pemudik yang melintas dengan aktivitas warga lokal menjelang Lebaran tahun 2026 ini menjadi sorotan utama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi.
Sekretaris Dishub Kota Bekasi, Teguh Indrianto, mengungkapkan bahwa potensi kelumpuhan lalu lintas terparah justru diprediksi bukan sekadar dari pergerakan ke luar kota, melainkan kemacetan lokal akibat percampuran dua arus kendaraan.
“Tantangan mengatur lalu lintas tahun ini tidak hanya berpusat pada pergerakan ke luar kota, tetapi juga antisipasi kemacetan lokal. Kami mewaspadai bertemunya arus kendaraan para pemudik, khususnya pengguna roda dua, dengan aktivitas warga Bekasi yang menuju ke berbagai pusat perbelanjaan di ruas Jalan Ahmad Yani dan Jalan Kalimalang,” tegas Teguh.
Guna mengurai skenario kepadatan selama masa operasional angkutan Lebaran yang berlangsung pada 11-31 Maret 2026, Dishub Kota Bekasi telah menyiapkan skema mitigasi berlapis. Sebanyak 419 personel operasional resmi diterjunkan ke lapangan.
Pasukan pengurai kemacetan ini terdiri dari 350 petugas posko pengatur lalu lintas, 50 petugas sektor angkutan terminal, dan didukung pantauan mata digital dari 19 petugas Area Traffic Control System (ATCS).
Pengawasan ekstra ketat difokuskan pada empat urat nadi jalan arteri yang menjadi pintu masuk dan keluar pemudik. Jalur tersebut meliputi Jalan Sultan Agung dan Jalan K.H. Noer Ali yang berbatasan dengan Jakarta, serta Jalan Ir. H. Juanda dan Jalan Chairil Anwar menuju Kabupaten Bekasi.
Tidak hanya memecah arus, Dishub juga memastikan pelayanan langsung bagi pemudik dengan mendirikan posko pelayanan (Posyan), posko pengamanan (Pospam), dan pos pantau di belasan titik krusial. Beberapa di antaranya berada di Pos Pantau Kranji, Pospam Harapan Indah, Pospam Sumber Artha, Pos Jatiwarna, Posyan Stasiun KA, hingga Posyan Mega Mall Bekasi.
“Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan jajaran aparat kepolisian dan instansi terkait untuk mengadakan patroli bersama. Tujuannya adalah menciptakan rasa aman dan nyaman, baik di lintasan arus mudik maupun di area terminal,” pungkas Teguh.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli