BEKASISATU, KOTA BEKASI – Perbaikan jalan layang (Flyover) Cipendawa yang tengah berlangsung rupanya membawa imbas ganda bagi para pengguna Jalan Siliwangi, Rawalumbu, Kota Bekasi. Selain penyempitan lajur, deretan truk bertonase besar yang nekat parkir liar di bahu jalan kini menjadi biang kerok kemacetan parah sekaligus ancaman mematikan bagi pengendara.
Pantauan di lokasi, tepatnya di depan Kantor Kelurahan Bojong Menteng, tumpukan volume kendaraan selalu mengular tajam, terutama pada jam sibuk di pagi dan sore hari. Kondisi ini semakin diperparah dengan rusaknya aspal di beberapa titik jalan.
Susanti (45), seorang pekerja yang setiap hari melintasi rute tersebut menuju Bantargebang, mengaku sangat terganggu dan cemas dengan kondisi lalu lintas saat ini.
“Kalau jam pulang kerja sore hari, macetnya sudah tidak masuk akal. Ditambah lagi banyak truk kontainer yang parkir seenaknya di pinggir jalan. Kami yang bawa motor jadi waswas dan sangat susah cari celah untuk lewat,” ungkap Susanti saat ditemui di lokasi, Jumat (12/06/26).
Keluhan serupa juga dilontarkan oleh Supriyadi (53). Menurutnya, kombinasi antara proyek perbaikan jalan, aspal berlubang, dan truk yang parkir sembarangan adalah jebakan bahaya bagi para pengguna jalan raya.
“Jalanan ini sudah macet dan banyak lubangnya. Eh, malah ditambah truk-truk besar yang parkir sembarang tempat. Ini kan sangat rawan memicu kecelakaan lalu lintas,” tegas Supriyadi.
Keresahan warga ini bukan tanpa alasan. Keberadaan armada berat yang memakan bahu jalan tersebut tercatat sering kali menjadi penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut.
Ironisnya, upaya penertiban sebenarnya pernah dilakukan oleh instansi terkait. Pemerintah daerah sempat memasang spanduk larangan parkir keras bagi kendaraan berat di sepanjang jalan tersebut, yang terbukti efektif menekan angka kemacetan.
Sayangnya, belakangan ini spanduk peringatan tersebut raib tanpa jejak, dan para sopir truk kembali menjadikan bahu jalan sebagai kantong parkir ilegal.
Kini, warga dan pengguna jalan mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) dan kepolisian setempat untuk turun tangan. Mereka berharap ada tindakan tegas berupa patroli rutin dan penegakan sanksi agar Jalan Siliwangi tak lagi menjadi “jalur neraka” bagi para komuter.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli