Berita Utama Bekasi Satu

Yakesma Sebar 1.476 Hewan Kurban ke Pelosok dan Daerah Bencana

08 June 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, JAKARTA — LAZNAS Yakesma memperluas jangkauan distribusi daging kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Sebanyak 1.476 ekor hewan kurban disalurkan secara masif ke berbagai wilayah pelosok, daerah tertinggal, kawasan kepulauan, hingga lokasi penyintas bencana di Indonesia dan mancanegara.

Langkah strategis ini diambil untuk mendorong pemerataan pangan pangan serta memperbaiki kualitas gizi masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap protein hewani. Melalui program bertajuk ‘Kurban Bahagia’ ini, tercatat sebanyak 100.890 jiwa menerima manfaat secara langsung.

CEO LAZNAS Yakesma, Dr. Romdlon Hidayat, menegaskan bahwa esensi dari gerakan ini bukan sekadar rutinitas menghimpun dan membagikan daging, melainkan upaya menghadirkan keadilan sosial bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

“Kurban Bahagia merupakan ikhtiar kami untuk memastikan bahwa kebahagiaan Iduladha dapat dirasakan oleh lebih banyak saudara-saudara kita, terutama mereka yang berada di wilayah pelosok, daerah tertinggal, kawasan kepulauan, penyintas bencana alam di Sumatera, dan masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap pangan dan gizi baik di dalam maupun di luar negeri,” ujar Romdlon dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Penyaluran berbasis pemetaan kebutuhan gizi kronis ini menyasar target yang sangat spesifik. Romdlon menambahkan bahwa koordinasi di lapangan berjalan lancar berkat kepercayaan yang terjaga dari para donatur.

“Alhamdulillah, tahun ini amanah para pekurban telah menjangkau lebih dari 100 ribu penerima manfaat,” imbuhnya.Secara rinci, total hewan kurban yang berhasil dihimpun dari 7.409 pekurban (mudhohi) tahun ini terdiri atas 875 ekor sapi dan 601 ekor kambing atau domba.

Seluruh logistik kurban tersebut disebar secara simultan melalui lebih dari 140 titik distribusi yang mencakup 80 kabupaten/kota di 34 provinsi Indonesia, serta menjangkau 6 negara di dunia.

Melalui pendekatan distribusi yang terukur ini, program kurban tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga instrumen penguat ketahanan pangan keluarga sekaligus memicu kembali semangat gotong royong pascabencana.

Pihak lembaga memastikan seluruh amanah dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan yang berkelanjutan.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: