BEKASISATU, KOTA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengambil langkah tegas terkait maraknya kabel telekomunikasi yang menjuntai dan semrawut di ruas jalan protokol. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) mengancam akan melakukan pemutusan paksa jika para operator pemilik kabel tetap abai terhadap keselamatan publik.
Pernyataan keras ini menyusul laporan warga di Jalan Perjuangan, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara. Kabel-kabel di lokasi tersebut melintang rendah hingga nyaris menyentuh tanah, sehingga memicu kecelakaan dan menghambat roda ekonomi warga sekitar.
Kepala Bidang Pemanfaatan Ruang Jalan dan Taman DBMSDA Kota Bekasi, Ronald Achyar, menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan menyeluruh. Setelah tahap identifikasi selesai, Pemkot Bekasi akan melayangkan panggilan resmi kepada perusahaan provider terkait.
“Nanti kami panggil para operator untuk bersama-sama melakukan perapihan. Kalau dalam batas waktu yang ditentukan tidak dilakukan, maka pemerintah akan melakukan penertiban sampai pemutusan kabel,” ujar Ronald dengan nada tegas saat dikonfirmasi, Senin (11/05/26).
Langkah “potong kabel” ini diambil sebagai upaya terakhir untuk menjamin keselamatan pengguna jalan. Menurut Ronald, pemerintah tidak ingin membiarkan estetika kota rusak sekaligus membahayakan nyawa warga hanya demi kepentingan bisnis provider yang tidak bertanggung jawab.
Kondisi di lapangan menunjukkan urgensi tindakan tegas tersebut. Dani (34), seorang pemilik kios di lokasi, mengungkapkan bahwa kabel semrawut itu sudah dibiarkan selama lebih dari satu tahun tanpa penanganan serius dari pemiliknya.
“Yang paling dikhawatirkan itu kalau truk-truk besar lewat. Pernah kejadian kecelakaan karena truk menyenggol kabel, terus kena motor dan pengendaranya jatuh,” tutur Dani.
Hal senada dikeluhkan Asep (50), pemilik bengkel yang usahanya terdampak langsung. Ia mengaku kendaraan besar tidak bisa masuk ke area bengkelnya karena terhalang untaian kabel. Selain dampak ekonomi, ia mencemaskan keselamatan anak-anak sekolah yang kerap melintas di area tersebut.
“Anak-anak sekolah kalau lewat suka narik-narik kabel buat gantungan. Itu ngeri banget kalau ternyata ada aliran listriknya,” kata Asep cemas.Selama ini, warga hanya melakukan upaya swadaya dengan mengikat kabel seadanya menggunakan tali plastik agar tidak terlalu menjuntai ke jalan. Namun, beban kabel yang berat membuat upaya tersebut tidak efektif.
Kini, warga menaruh harapan besar pada ketegasan Pemkot Bekasi. Mereka mendesak agar ancaman pemutusan kabel bukan sekadar gertakan, melainkan tindakan nyata demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat Bekasi Utara.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli