Berita Utama Info Bekasi

Apa Itu Virus Nipah? Ini Penyebab, Gejala dan Cara Pencegahannya

13 February 2026 Administrator Desa

Infobekasi.co.id – Virus Nipah kembali menjadi perhatian setelah munculnya laporan kasus di beberapa negara. Meskipun Indonesia hingga saat ini masih nihil kasus konfirmasi, penting bagi kita untuk mengenal tentang penyakit ini, agar bisa melakukan pencegahan yang tepat.

Data dari berberapa sumber, virus Nipah adalah penyakit zoonotik yang ditularkan dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah sebagai reservoir alaminya. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1999 di Malaysia, dengan nama diambil dari Kampung Sungai Nipah di Negeri Sembilan. Sejak itu, kasus juga ditemukan di Bangladesh, India, dan beberapa negara ASEAN.

Virus ini menyebar melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, atau kontak erat dengan pasien yang sakit. Gejala biasanya muncul 4-14 hari setelah terpapar, mulai dari demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, hingga masalah pernapasan dan radang otak pada kasus berat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan virus Nipah sebagai penyakit infeksi emerging yang berisiko tinggi menyebabkan pandemi. Hal ini karena tingkat kematiannya mencapai 40-75 persen dan belum ada obat atau vaksin khusus yang tersedia secara komersial, dan virus memiliki potensi menyebar antarmanusia.

Cara Melindungi Diri dari virus nipah yakni dengan hindari kontak langsung dengan kelelawar atau hewan yang sakit. Jangan konsumsi nira atau makanan yang berpotensi terkontaminasi kelelawar. Pastikan makanan dan minuman dalam kondisi bersih dan tertutup rapat. Gunakan alat pelindung saat merawat pasien dengan gejala serupa. Segera cari bantuan medis jika mengalami demam tinggi setelah perjalanan ke daerah terjangkit

Meskipun Indonesia masih aman dan berada di zona hijau, kewaspadaan tetap diperlukan. Pemerintah melalui Dinas Kesehatan telah menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan untuk meningkatkan skrining terhadap pasien dengan gejala demam tinggi yang memiliki riwayat perjalanan ke daerah endemis seperti India atau Bangladesh.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: