Infobekasi.co.id – Sejauh mata memandang, deretan perbukitan hijau menjulang tinggi menjadi pemandangan utama memeluk sebuah pemukiman padat penduduk di wilayah kaki bukit. Dengan atap rumah yang didominasi warna merah bata, warga setempat tampak membangun kehidupan yang berdampingan langsung dengan kontur alam yang curam namun subur.
Pemandangan ini memperlihatkan bagaimana fungsi geologis perbukitan dan gunung bekerja secara nyata bagi kehidupan manusia. Dalam perspektif spiritual yang tertuang dalam Al-Qur’an, keberadaan gunung-gunung ini bukan sekadar penghias lanskap, melainkan instrumen vital bagi stabilitas planet.
Sebagaimana disebutkan dalam Surah An-Naba’ ayat 7, gunung dijelaskan sebagai “Autad” atau pasak. Secara ilmiah dan teologis, fungsi pasak ini adalah untuk mengokohkan kerak bumi agar tetap stabil dan tidak bergoncang, sehingga aman untuk ditinggali oleh makhluk hidup di atasnya.
Kondisi tersebut selaras dengan suasana tenang yang terpantau di lokasi. Meski berada di lereng, kawasan ini menjadi area tangkapan air alami dan penyedia udara bersih bagi warga. Integrasi antara vegetasi hijau yang rimbun dengan area hunian menunjukkan adanya ketergantungan yang kuat antara manusia dengan ekosistem pegunungan.
“Keberadaan gunung ini menjaga keseimbangan tanah di sini. Jika kita menjaga hutannya, alam akan menjaga kita dengan memberikan air dan kestabilan tanah,” tutur Baron pria kalem, pencinta alam dari Bantargebang, Bekasi.
Keindahan visual yang dibingkai dedaunan pohon tropis di area ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian “pasak bumi” tersebut. Dengan menjaga ekosistem pegunungan, warga tidak hanya mempertahankan nilai estetika desa mereka, tetapi juga menjamin keamanan tempat tinggal mereka dari risiko bencana geologis.
#Gunung #Alam #infobekasi #Semesta
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli