Infobekasi.co.id – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, menyatakan dukungan terhadap program transformasi dan peremajaan angkot di Kota Bekasi. Program ini bertujuan agar angkot tetap memberikan pelayanan maksimal kepada para penumpang.
“Tentu. Bisa dalam bentuk peremajaan kendaraan, kemudian dilakukannya rerouting, bisa memperpendek, memperpanjang, atau menggabungkan trayek,” jelas Zeno, Jumat (13/02).
Lebih jauh Ia menjelaskan, peremajaan angkot menjadi bagian dari kesepakatan yang tercapai setelah perwakilan sopir angkot dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bekasi melakukan dialog pada Kamis (12/02).
Kesepakatan tersebut juga mencakup penyesuaian tarif Trans Beken yang akan diberlakukan mulai 1 Maret 2026 dengan tarif mulai dari Rp4.500 hingga Rp6.000.
Selain itu, dari 48 titik pemberhentian bus Trans Beken yang ada saat ini akan dievaluasi ulang agar tidak tumpang tindih dengan jalur angkot. Zeno berharap, agar sopir angkot tidak lagi melakukan aksi blokade jalan seperti yang terjadi pada hari Selasa dan Kamis lalu, karena kondisi tersebut menimbulkan kemacetan panjang.
“Kami mengimbau bahwa menutup jalan tidak hanya merugikan angkot. Tapi merugikan seluruh warga masyarakat Kota Bekasi,” pungkasnya.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli