Berita Utama GoBekasi

DLH Buka Suara soal Jalur Truk Tanah PSEL yang Dikeluhkan Warga

26 June 2026 Administrator Desa

Bekasi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi buka suara terkait keluhan warga mengenai polusi debu di jalur yang dilalui truk pengangkut tanah proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bantargebang.

Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan pihaknya rutin melakukan pembersihan dan penyemprotan di ruas jalan yang menjadi lintasan truk proyek. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan debu yang selama ini dikeluhkan warga.

“Tim dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi telah melakukan pembersihan serta penyemprotan jalan guna mengurangi dampak debu yang ditimbulkan,” ujar Kiswatiningsih, Jumat (26/6/2026).

Meski demikian, ia mengakui penyiraman jalan belum sepenuhnya menjadi solusi. Material tanah merah yang digunakan untuk pengurukan lahan membuat permukaan jalan menjadi licin setelah disiram.

“Karena jenis tanah yang digunakan adalah tanah merah, debunya memang berkurang setelah disiram, namun kondisi jalan menjadi lebih licin,” katanya.

Menurut Kiswatiningsih, aktivitas lalu lalang truk saat ini merupakan bagian dari proses pengurukan lahan sebagai persiapan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek PSEL yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Juli 2026.

Untuk meminimalkan dampak terhadap masyarakat, Pemerintah Kota Bekasi telah meminta pihak pelaksana proyek mempercepat proses pengurukan. Pekerjaan ditargetkan selesai sebelum 6 Juli sehingga aktivitas truk pengangkut tanah dapat segera berkurang.

“Kami juga sudah meminta pihak pelaksana untuk mengebut pengerjaan pengurukan tanah ini dan menargetkan pekerjaan tersebut dapat selesai sebelum 6 Juli,” ujarnya.

DLH memastikan akan terus melakukan pemantauan bersama pelaksana proyek, termasuk pengendalian debu, kebersihan jalan, dan keselamatan pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung.

Sebelumnya, warga di sepanjang Jalan Pangkalan 5, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, mengeluhkan kepulan debu akibat intensitas lalu lintas truk pengangkut tanah menuju lokasi proyek PSEL.

Debu yang beterbangan dinilai mengganggu kesehatan, aktivitas sehari-hari, hingga usaha para pedagang di sepanjang jalan. Selain itu, ceceran tanah merah dari roda truk juga membuat kondisi jalan menjadi kotor dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Bekasi — Tabir gelap di balik penemuan dua jasad remaja yang terkapar di dalam saluran…

Bekasi – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi, Nesan Sudjana, membantah tegas…

Bekasi – Aktivitas truk pengangkut material tanah untuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)…

Kabupaten Bekasi – Bagi warga Kabupaten Bekasi yang ingin mengurus perpanjangan SIM, Satlantas Polres Metro…

Kota Bekasi – Bagi warga Kota Bekasi yang ingin mengurus perpanjangan SIM, Satlantas Polres Metro…

Jakarta — Pengurus Besar Ikatan Alumni BEM Nusantara (PB IKA BEM Nusantara) resmi angkat bicara…

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari GoBekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: