Berita Utama Info Bekasi

Gelontorkan Dana Rp10 M, Pemkot Bekasi Bangun PLTSA Gandeng China

01 April 2026 Administrator Desa

Infobekasi.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi resmi bakal membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) menjadi Energi Listrik (PSEL). Pembangunan direncanakan dimulai pada April 2026. Proyek kolaborasi ini dilakukan bersama perusahaan asal China, Wangneng Environment Ltd.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengungkapkan, pihaknya bakal melakukan paparan rincian proyek sebelum melaksanakan penandatanganan kontrak dengan mitra kerja. Pengumuman ini disampaikannya pada Rabu (1/4/2026).

Teknologi yang akan diterapkan dalam PLTSA ini tidak hanya mampu mengolah sampah menjadi energi terbarukan, tetapi juga mengubah sisa limbah pembakaran menjadi produk bernilai jual.

“Saya kira inilah bagaimana upaya agar betul-betul residu pun akan tetap bisa kita gunakan, apakah jadi semen, batako, atau batu dan sebagainya,” kata Tri Adhianto.

Pemkot Bekasi telah mempercepat berbagai tahap persiapan, termasuk menyediakan lahan seluas lima hektare untuk lokasi fasilitas. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan pasokan sampah sebagai bahan baku utama dengan target 1.400 ton per hari.

“Yang menjadi kewajiban Pemkot Bekasi sedang kami tuntaskan, pertama adalah menyiapkan lahan seluas 5 hektare,” papar Ia.

Guna mendukung target pasokan sampah tersebut, Pemkot Bekasi berencana menambah armada pengangkut sampah sebanyak 25 hingga 50 unit truk, tergantung kemampuan keuangan. Saat ini, volume sampah yang dapat diangkut berkisar 1.100 hingga 1.200 ton per hari, sedangkan total produksi sampah di Kota Bekasi mencapai sekitar 1.800 ton per hari.

“Kalau ditambah 50 truk, mudah-mudahan lebih dari 1.400 ton yang bisa kita angkut,” harapnya.

Sebagai dukungan terhadap proyek ini, Pemkot Bekasi telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar. Dana tersebut bakal digunakan untuk pembebasan lahan akses keluar masuk kendaraan di lokasi PLTSA, serta proses penimbunan dan pemadatan lahan yang diperlukan.

“Pembebasan lahan akses kendaraan sudah dalam proses pembelian, dan anggarannya sekitar Rp10 miliar sudah ada dalam bentuk fisik,” pungkasnya.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: